KONI: Fasilitas Olahraga di Kalbar Masih Minim

Regional

Editor sutan Dibaca : 1136

KONI: Fasilitas Olahraga di Kalbar Masih Minim
Seorang atlet angkat besi sedang berlatih. SUARA PEMRED/YODI RISMANA
PONTIANAK, SP - Merosotnya peringkat Kalbar pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jabar, kemarin, tidak lepas dari minimnya fasilitas sarana dan prasarana olahraga di daerah. Meski ini bukan menjadi alasan faktor utama, tapi setidaknya menjadi poin mendasar, bagaimana memasyarakatkan olahraga kepada generasi muda di daerah.  

 "Kalau fasilitas lapangan tanding tiap cabang olahraga kita tidak punya, bagaimana mengenalkan olahraga di daerah," kata Muhsin, Koordinator Sarana Pra Sarana, KONI Kapuas Hulu, kemarin.  

 Ia menyebutkan, saat ini KONI Kapuas Hulu belum memiliki gedung olahraga khusus untuk tempat berlatih para atlet dari setiap cabang olahraga (Cabor).  

"Wacananya memang sudah ada. Tapi lagi-lagi kendalanya ada pada anggaran yang minim," kata Muhsin.

   Nasib sama juga disampaikan Ketua KONI Sambas, Sunaryo. Menurutnya, Sambas masih perlu perhatian lebih meningkatkan prestasi olahraga. Satu di antaranya, ada pada fasilitas tanding atlet yang terbatas. 

 "Fasilitas kita di Sambas memang sangat minim dibandingkan daerah lain," kata Sunaryo.  

 Itu karena alokasi APBD yang diperuntukkan untuk KONI kecil. Hal itu berdampak pada pembinaan atlet yang tidak maksimal.   Sambas sebenarnya sudah banyak melahirkan atlet berprestasi. Misalnya pada Porprov 2014, Sambas menduduki posisi keenam dari 14 kabupaten/kota di Kalbar. 

Pun demikian dengan Porprov 2015.
  Hanya saja, permasalahannya, selain fasilitas olahraga terbatas, KONI juga kesulitan mengumpulkan atlet lokal dan sudah berprestasi untuk diikutsertakan pada kejuaran penting.  
"Karena atlet kita ini tidak semua bisa kita rangkul. Karena mereka memiliki kesibukan di luar latihan. Seperti bekerja dan kuliah," kata Sunaryo.
 

Pengamat olahraga Ketapang, Herman Wimpy meminta KONI Kalbar maupun di daerah, melakukan evaluasi menyeluruh. Misalnya, membedah permasalahan fasilitas olahraga, dan bagaimana melakukan pembinaan atlet secara berjenjang. Mulai dari desa hingga menuju PON ke depan.

"Karena saya lihat sekarang ini, perkembangan olahraga daerah merosot sekali. Padahal Kalbar memiliki banyak atlet potensial menjadi juara. Kuncinya ada pada pembinaan yang baik," kata Herman.
 

 Ketua KONI Ketapang, Fadli Atif mengaku untuk seleksi atlet mengikuti PON kemarin, sudah melalui sistem seleksi ketat. Bahkan sejumlah atlet Ketapang lulus seleksi PON di Jabar. Hanya sayang, tiga atlet Ketapang belum bisa menyumbang medali. Komisi V DPRD Kalbar,

 Mad Nawir  meminta setiap daerah memiliki program tersendiri. Misalnya, memilih Cabor andalan di tiap daerah. Dengan begitu, pengurus olahraga bisa fokus membina atlet mereka.
"Karena kita tahu, tiap daerah dana untuk itu pasti minim," katanya. (sap/teo/nit/noi/loh)