Senin, 21 Oktober 2019


Tabungan Nasabah BRI di Pontianak Dibobol, Rp 20 Juta Raib

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1872
Tabungan Nasabah BRI di Pontianak Dibobol, Rp 20 Juta Raib

GRAFIS (SUARA PEMRED/ KOKO)

PONTIANAK, SP - Seorang pengusaha online shop asal Kota Pontianak, Ranti Nurfitriana Liputo mengaku kehilangan uang dari tabungan pribadi di Bank BRI Pontianak sebesar Rp 20 jutaan.

Kasus ini menjadi daftar panjang korban pembobolan, di mana, pekan lalu lebih 300 nasabah BRI di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dibobol secara misterius dengan nilai lebih dari Rp 1,5 miliar. Kasus ini menciptakan kepanikan warga Kalbar, terutama mereka yang menjadi nasabah BRI.       


Cerita hilangnya uang milik Ranti diketahui Minggu (30/10). Pada saat itu, dirinya  hendak mutasi dari BRI ke BCA di salah satu pusat perbelanjaan. Proses mutasi itu dilakukan di ATM Himbara.

Himbara adalah kepanjangan Himpunan Bank Milik Negara. Ini adalah ATM jenis baru. ATM ini digagas oleh 4 bank-bank BUMN, terdiri dari BRI, BNI, BTN dan Bank Mandiri.


"Pada saat dicek, uang saldo ATM di rekening saya hilang 20 juta," tutur Ranti di Media Sosial (Medsos). Anehnya, uang miliknya hilang justru dilakukan dengan proses tarik tunai. "Bagaimana bisa? Sedangkan ATM saya masih pegang dan utuh dalam dompet," tuturnya.

Ranti kemudian berinisiatif melakukan cek mutasi melalui e-Banking. Hasilnya, terlihat ada bukti penarikan, yakni dimulai pada 29 Oktober 2016 sebesar Rp 10 juta, dan 30 Oktober sebesar Rp 10 juta.
Adanya penarikan jumlah nominal dengan angka Rp 10 juta, bisa dilakukan dalam sehari.

 Kebetulan ia menggunakan ATM Gold dan hanya dibatasi Rp 10 juta penarikan dalam sehari.
Dari kejadian ini, Ranti mencoba menelepon Kantor BRI untuk menyampaikan laporan terkait pembobolan uang miliknya. Jawaban dari pihak BRI, bahwa uang Ranti telah ditarik dari Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

"Bagaimana bisa sedangkan saya dan kartu ATM saya jelas-jelas di Pontianak," tuturnya.

Ranti kemudian membagikan cerita apes ini dalam akun Medsos pribadinya. Ternyata, seorang warga asal Pontianak, juga mengaku kehilangan uang Rp 5 juta dengan kasus sama. Yakni tarik tunai dengan ATM bersama.

"Saran saya, apabila banyak saldo teman sekalian di BRI, lebih baik sementara dipindahkan terlebih dahulu. Bukan tidak mungkin lebih dari 20 orang di Pontianak ini, mengalami kejadian sama seperti saya," tutur alumni Polteknik Negeri Pontianak ini, di akun Medsos pribadinya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, Asep Ruswandi mengatakan, pihaknya masih meneliti terkait kasus hilangnya saldo nasabah BRI asal Pontianak.    

"Kita akan konfirmasi ke pihak BRI dahulu. Artinya, jika nasabah ini terbukti tidak lalai, tentunya BRI harus mengganti semua saldo nasabahnya yang hilang,"  kata Asep, Selasa (1/11).
 

Bisa jadi, hilangnya uang nasabah tersebut kemungkinan ada oknum yang memanfaatkan IT- BRI. "Besok akan kita rapatkan hal ini, dan kita berharap BRI harus menghentikan sementara, jangan sampai ini melebar hingga ke mana-mana, " kata Asep.  

Suara Pemred
mencoba melakukan konfirmasi pada kontak layanan BRI, melalui  situs www.bri.co.id, sekitar pukul 17.35 WIB. Pihak BRI menyarankan informasi laporan transaksi, dapat dilakukan oleh pemilik rekening melalui Call BRI 14017/1500017 atau kantor Bank BRI terdekat.
 

"Kami sarankan agar pemilik rekening dapat menghubungi kami," tutur Adis, petugas BRI tersebut. 
 

Warga Heboh

  
Kabar rekening nasabah BRI asal Pontianak dibobol ini pun menjadi viral di Medsos, juga menjadi perbincangan para ibu rumah tangga di pasar tradisional. "Iya, tadi pagi, saya belanja, pedagang dan warga yang belanja bicarakan uang nasabah dibobol," tutur Ani.

Maklum, BRI merupakan bank terbesar di Indonesia, di mana kantor cabangnya justru ada di pelosok desa. Bahkan, Rismana, pemuda pekerja swasta juga sempat dikabari seorang rekan, pada saat sedang santai di salah satu warung kopi di Jalan Gajah Mada. "Kau punya rekening BRI keh? Hati-hati, bagus kau cek, takot saldo mu hilang," tutur Rismana.

Mataram Dibobol

Hilangnya uang Ranti, warga Pontianak menurut informasi ditarik oleh seseorang di Kota Mataram, bisa jadi ada keterkaitan dengan kejadian hilangnya uang milik ratusan nasabah BRI, secara misterius di Kota Mataram, NTB.

Jumlahnya juga tak tanggung-tanggung, si oknum mampu menjebol kisaran Rp 1,5 miliar. Menurut informasi, hilangnya duit nasabah itu sekitaran 327 nasabah, dan sudah melaporkan kehilangan uang mereka.
 
"Hingga sekarang ini, ada sekitar 327 nasabah yang komplain ke kami, pengaduan ke kami. Kerugian hingga sekarang ini sekitaran Rp 1,5 milliar," kata Wibisana, sisi Hukum Kantor Lokasi BRI Denpasar, waktu didapati di Polres Mataram.
 
Zaini Mulyawati, satu di antara nasabah BRI di Kota Mataram, NTB, mengaku kaget sesudah melihat saldo pada rekening tabungannya menyusut drastis. Walau sebenarnya, dia merasa tak lakukan transaksi penarikan apa pun.
 
Zaini menceritakan, peristiwa ini baru di ketahui waktu ia bakal mengambil duit di ATM, Minggu (23/10). Waktu itu, Zaini bakal menarik duit sebesar Rp 1 juta, tetapi tak dapat lantaran saldo yang dipunyai tersisa Rp 145. 000.
 
" Mendadak uangnya tidak ada, saldonya tinggal Rp 145. 000 kan kaget. Sesaat kita miliki duit Rp 6.800.000, " kata Zaini.
 
Menurut pihak bank, saldo nasabah yang menyusut bervariasi sekitar pada Rp 500.000 sampai jutaan rupiah. Tetapi ada juga nasabah yang tidak kehilangan uangnya.
 
Berkaitan peristiwa ini, Kepala Kantor Cabang BRI Mataram, Jaya Hardana memohon pada beberapa nasabah BRI yang kehilangan untuk tetap tenang.
 
"Nasabah kami imbau agar tetaplah tenang dan sabar, karena ini sesungguhnya yang korban bukan nasabah, yang korban yaitu BRI," kata Jaya.

Jadi kerugian nasabah atau transaksi yang terindikasi merupakan skimming, kelak dilaporkan ke Jakarta dan sesuai dengan arahan dari lokasi kerugian yang muncul, adalah jadi kerugian BRI. "Jadi akan ditukar oleh BRI, " tambah Jaya.
 
Jaya menyampaikan, menyusutnya saldo nasabah disangka lantaran kejahatan skimming yang dikerjakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
 
"Ini kan kejahatan skimming dan ini dapat menimpa bank mana saja. Dan, yang berlangsung kali ini memang skalanya agak besar," kata Jaya.
 
Jaya menyampaikan, komplain dari nasabah sudah berdatangan mulai sejak hari Sabtu. Sampai hari ini, pihaknya mencatat telah ada sekitaran 50 orang nasabah yang lakukan komplain.
 
Untuk melayani beberapa nasabah yang ingin melapor, pihak bank sudah mempersiapkan tim dan melayani melalui call center ataupun loket khusus untuk melayani nasabah dengan cara langsung di kantor cabang dan beberapa kantor unit yang ada di Mataram. (ova/mat/loh
/sut)