Selasa, 15 Oktober 2019


Polda Kalbar Ungkap Modus Kasus TPPO

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1563
Polda Kalbar Ungkap Modus  Kasus TPPO

ILUSTRASI (idolah.com)

PONTIANAK, SP – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Kalbar, menetapkan empat orang tersangka kasus Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO).

 Para tersangka, yakni   WN RRC berinisial LZC (31 tahun), nenek korban NKJ (61 tahun), Bud (36 tahun) dan Nov (19 tahun) serta Ash, masih buron, yang merupakan pemain lama.
Dirreskrimum Polda Kalbar Kombes Krisnanda didampingi Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Suhadi SW, mengatakan  terbongkarnya kasus TPPO berkat laporan masyarakat.

 “Disebutkan ada seseorang perempuan berinsial Er berusia 16 tahun di Jalan Komyos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, dalam proses negosiasi untuk diperjual-belikan,” kata Krisnanda.

Peristiwa  berawal dari tersangka Nov yang menawarkan  perempuan Tionghoa berinisial ER (korban ), kepada  ASH (buron), untuk dikenalkan dengan laki laki RRC berinisial LZC.

 Setelah setuju dan disanggupi LZC, maka Senin, 24 Oktober 2016, dilakukan pertunangan di Restoran Fajar, Pontianak Selatan.  Korban ER menolak bertunangan dengan LZC. Namun nenek korban, NKJ, dan Ash (buron) memaksa dan mengancam korban.  

Ancamannya, apabila tidak mau bertunangan, maka korban harus mengembalikan uang yang telah diberikan oleh tersangka LZC 
Atas kejahatan tersebut, tersangka memperoleh keuntungan Rp57 juta. Sedangkan nenek korban mendapatkan imbalan Rp20 juta, Nov memperoleh Rp4 juta.

Krisnanda menambahkan  selanjutnya para tersangka dan korban pada 25 Oktober 2016,   berangkat ke Jakarta dan menginap di rumah kakak tersangka Bud.
 

Pada  26 Oktober 2016, Tim Dit Reskrimum Polda Kalbar berkoordinasi dengan Subdir IV, Dit Reskrimum Polda Banten, untuk meminta bantuan penangkapan terhadap para tersangka.

Kemudian pada tanggal 27 Oktober 2016, Tim Subdit IV Dit Reskrimum Polda kalbar di bawah pimpinan AKP Hujrah Soumena, menjemput para tersangka untuk dibawa ke Pontianak.  

Setelah administrasi lengkap, pada tanggal 28 Oktober 2016, keempat tersangka dibawa ke Mapolda Kalbar, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Tersangka dijerat Undang-Undang  Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, pasal 2, 6 dan 10.

Berdasarkan pemeriksaan, ternyata tersangka WNA dari RRC, sudah berada di Pontianak,  sejak tanggal 11 Oktober 2016 menginap di Hotel Gajah Mada selama 9 hari dan menginap di Hotel Borneo selama 4 hari.


 Selama berada di Pontianak, kurang 13 hari ini, tersangka LZC menyerahkan uang kepada Ash sebesar Rp57 juta, dan ASH menyerahkan Rp20 juta kepada  nenek korban.  

Karena sudah menerima uang,  maka nenek korban membujuk korban untuk bersedia bertunangan dengan pelaku LZC.

“Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) dengan modus perjodohan ini ternyata sudah sering dilakukan oleh tersangka  ASH (buron ) dan  Nov, dan saat ini ke 4 tersangka ditahan di Dit Reskrimum Polda Kalbar,” ujar Krisnanda. (aju/sut)