Senin, 21 Oktober 2019


Bincang Terakhir Warga Kubu Raya, Korban Speedboat yang Tenggelam di Kepulauan Riau

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1284
Bincang Terakhir Warga Kubu Raya,  Korban Speedboat yang Tenggelam di Kepulauan Riau

Ilustrasi

PONTIANAK, SP-  "Malam ini saya berangkat Mak ya. Saya bilang, hati-hati," Demikian perbincangan  terakhir Eldo Dwi Aprian (23), warga Jalan Adisucipto, Kabupaten Kubu Raya, saat menelepon ibunya di Pontianak, Losiam Sin, untuk mengabarkan kepulangannya.  
 
Namun tak disangka, pembicaraan antara Aldo dengan sang ibu adalah untuk yang terakhir kalinya. Eldo merupakan salah satu korban meninggal speedboat yang tenggelam,  akibat menghantam karang di perairan Tanjung Bemban, Kepulauan Riau, yang membawa 93 tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Johor menuju Nongsa, Kota Batam, Rabu (2/11) lalu.

Losiam Sin, ibu  Eldo mengatakan anaknya sudah bekerja dua tahun di Johor,  Malaysia dan dirinya tidak menyangka anaknya pulang ke rumah dari Malaysia dari balik peti jenazah. "Sebelumnya anak saya telepon saya bahwa dia akan pulang," kata Losiam Sin. 

Siapa sangka, pembicaraan antara Eldo dengan sang ibu adalah untuk yang terakhir kalinya. Sebelum diketahui meninggal, kata Losiam kepada wartawan di kediamannya, Eldo sempat menghubunginya akan pulang untuk mengurus dokumen bekerja di luar negeri. "Tanggal 1 dia bilang mau pulang, tanggal 2 nya mungkin dia sampai ke Batam. Terus balek ke Pontianak. Pulang mau buat paspor, nanti balik ke sana (Johor) lagi," ujarnya menirukan perkataan Eldo.

Kabar bahagia akan kedatangan buah hatinya, seketika berubah saat Losiam mendengar kabar dari berita bahwa telah terjadi tragedi kapal tenggelam di perairan Batam. Untuk memastikan anaknya satu di antara penumpang speedboat tersebut, Longsiam pun berusaha mencari tahu. "Cari di google, saya mau pastikan kalau anak saya naik di kapal itu," ujarnya.

Dalam tragedi itu, sebanyak 95 orang diketahui menjadi korban. Korban meninggal sebanyak 54 jiwa, baru 21 orang yang sudah teridentifikasi. Penyidik Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak, Reinhard Herkules Parada, di kediaman Losiam Sin menyebutkan, korban selamat 41 orang, terdiri dari 39 TKI dan 2 ABK.  (umr)