Sabtu, 21 September 2019


Jumlah Gigitan Anjing Rabies di Kapuas Hulu Mencapai 270 Kasus

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 903
Jumlah Gigitan Anjing Rabies di Kapuas Hulu Mencapai 270 Kasus

Rapat koordinasi penanggulangan dan pencegahan rabies di Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (26/9). (SUARA PEMRED/SUARA PEMRED)

PUTUSSIBAU, SP- Selama dua tahun. jumlah kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) anjing di Kabupaten Kapuas Hulu sebanyak 270 kasus. Kasus tersebut terjadi di 18 Kecamatan dari 23 kecamatan.  

Untuk kasus gigitan anjing di 18 kecamatan tersebut terjadi di Kecamatan Putussibau Utara, Putussibau Selatan, Kalis, Bunut Hulu, Seberuang, Silat Hulu, Silat Hilir, Semitau, Batang Lupar, Embaloh Hulu, Badau, Mentebah, Empanang, Embaloh Hilir, Boyan Tanjung, Puring Kencana, Pengkadan, Suhaid.  

"Untuk kecamatan yang tidak ada laporan gigitan anjing seperti di Kecamatan Hulu Gurung, Selimbau, Jongkong, Bunut Hilir dan Bika,"kata Abdurrasyid, Kepala Dinas Pertanaian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kapuas Hulu di Aula Rapat Kantor Bupati Kapuas Hulu, Senin (26/09)  

Dijelaskannya, pada tahun 2015 lalu jumlah gigitan anjing HPR sebanyak 196 kasus. Dimana untuk gigitan anjing HPR tertinggi di Kecamatan Bunut Hulu yakni 87 kasus gigitan.

Sementara pada tahun 2016 untuk jumlah gigitan anjing HPR sebanyak 74 kasus dan untuk jumlah kasus gigitan anjing terbanyak di Kecamatan Badau yakni 16 kasus.

"Pada tahun 2016 kasus gigitan Anjing HPR di Kecamatan Bunut Hulu hanya 3 kasus, artinya mengalami penurunan yang drastis," ujarnya.  

Diterangkannya, untuk korban meninggal akibat gigitan anjing rabies pada tahun 2015 sebanyak satu orang dan untuk tahun 2016 jumlahnya tetap sama yakni satu orang. "Pada tahun 2015 korban gigitan anjing rabies yang meninggal warga Desa Selaup. Pada tahun 2016 korban meninggal warga Suhaid karena digigit Anjing dari Semitau," ungkap Abdurrasyid.  

Dikatakannya, berdasarkan hasil pendataan jumlah populasi HPR di Kapuas Hulu sebanyak 31.631 ekor terdiridari populasi anjing sebanyak 13.200 ekor, polulasi kucing sebanyak 18.086 ekor dan Populasi Kera sebanyak 345 ekor.  

"Yang kami paparkan itu data HPR yang sudah terdata dan dipelihara oleh masyarakat,"terangnya.  

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kapuas Hulu Hebreria Karo Sekali mengatakan sejarah munculnya penyakit rabies di Kabupaten Kapuas Hulu berasal dari Kecamatan Bunut Hulu, Kemudian Ke Kecamatan Semitau dan selanjutnya ke  Putussibau Utara.  

"Kesimpulan saya bila melihat dari pemetaan yang ada kronologis penyakit Rabies ini penyebaran dan penularannya tidak berdasarkan jarak kedekatan antar kecamatan yang ada sebab dari Bunut Hulu melompat langsung ke Semitau dan Putussibau Utara,"terangnya  

Dikatakannya, semalam pihaknya mendapatkan laporan terkait adanya korban gigitan anjing rabies di Kecamatan Semitau dan sudah dirujuk ke Rumah sakit Sintang. "Korban sudah mengeluarkan buih dari mulutnya,"terangnya  

Waka Polres Kapuas Hulu Kompol Dedi Setiawan juga mengatakan pihaknya ada yang menjadi korban gigitan anjing rabies namun sekarang sudah berhasil ditangani.

"Di asrama polisi itu ada anggota yang pelihara anjing, posisinya saat itu anjingnya sedang beranak, karena mungkin merasa terganggu anjing itu langsung menggigit anggota,"katanya 

Ia berharap ke depan kasus gigitan anjing rabies tidak terjadi lagi di Kapuas Hulu. "Intinya kami dari kepolisian siap membantu dalam mengatasi persoalan anjing rabies ini," pungkasnya. (sap/sut)