Perlu Dukungan Pemkab Jadikan Desa Nanga Raun sebagai Desa Wisata

Kapuas Hulu

Editor sutan Dibaca : 1085

Perlu Dukungan Pemkab Jadikan Desa Nanga Raun sebagai Desa Wisata
POTENSI - Desa Nanga Raun memiliki sejumlah potensi wisata di salah satunya Bukit Tilung. (SP/ Syapari)
PUTUSSIBAU, SP - Kepala Desa Nanga Raun, Kecamatan Kalis, Heribertus Tosi meminta Pemkab Kapuas Hulu menjadikan wilayahnya sebagai desa wisata. Pasalnya, banyak potensi wisata di desa tersebut yang belum tergarap.  

"Demi menyejahterakan masyarakat kami, namun keinginan kami ini tidak akan pernah terealisasi jika tidak didukung oleh Pemkab," katanya saat memberikan sambutan pada reses anggota DPRD Kapuas Hulu, Fabianus Kasim.
 

Dia menyebutkan potensi wisata yang ada di Desa Nanga Raun, diantaranya Bukit Tilung, Poringokok (bambu pengaloi), Batu Tampah (Batu Sengkalan), Batu Tingkeh ( Batu Coba), Batu Bejaman (tempat orang kayanangan menjemur padi), Johi brata (tiang naga), Rengah Liuk (Kerangan Besar), Riam Teset (sebar bubu), batu borak (batu bisul) dan Batu Boung (batu buntal).
 

"Masyarakat di sini telah setuju, kompak dan bersatu serta berkomitmen untuk serius menjadikan desa ini sebagai desa wisata, sekarang kami tinggal menunggu respon dari Pemda,"paparnya.  

Menurut Tosi, masyarakatnya telah siap menjadikan desa Nanga Raun sebagai desa wisata, selain itu masyarakat juga sudah memiliki jiwa sadar wisata. Mereka berharap Pemkab bisa mendukung rencana tersebut, karena desa wisatalah menjadi harapan satu-satunya masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka.  

Sementara, anggota DPRD Kapuas Hulu, Fabianus Kasim mengungkapkan bahwa Desa Nanga Raun memang layak dijadikan desa wisata sebab memiliki potensi alam yang sangat luar biasa, selain itu juga masyarakat dan kultur budaya yang ada sangat mendukung. 
 

"Peran dinas kebudayaan sangat diperlukan untuk membimbing masyarakat mengelola dan menjadikan desa Nanga Raun menjadi desa wisata," katanya.
 

Menurutnya, kalau masyarakat menggagas wacana desa wisata, artinya pikiran mereka telah maju, sebab mereka tidak lagi berfikir mengandalkan dan menggantungkan hidup dengan membabat Sumber Daya Alam (SDA) yang ada.
 

"Ini solusi tepat untuk menjaga kelestarian alam, sekaligus untuk memberdayakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat," pungkas Kasim. (sap/mul)


Baca Juga:
Polres Sekadau Selidiki Kasus Pencurian di Kantor Camat