PLTBM Solusi Kekurangan Energi Listrik

Kapuas Hulu

Editor Kiwi Dibaca : 710

PLTBM Solusi Kekurangan Energi Listrik
ilustrasi
PUTUSSIBAU, SP - Pemkab Kapuas Hulu sangat mendukung adanya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomass (PLTBM).  Pemangkit ini diinvestasikan oleh PT Pusaka Jaya Internasional, bekerjasama dengan PT PLN.  

Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan PT Pusaka Jaya Internasional, PT PLN, dan Pemkab, yang diwakili oleh Wabup Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero, Sekda Kapuas Hulu Muhammad Sukri, Plt Bappeda Kapuas Hulu Mauludin, Sekretaris Bappeda Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir, dan Kabid Perencanaan Perekonomian Bappeda Kapuas Hulu Abang Hamzah, di Ruang Rapat Bupati Kapuas Hulu, Senin (5/6).
 

“Pada dasarnya Pemkab sangat mendukung rencananya pembangunan PLTBM di Putussibau. Adanya pembangunan bisa membantu menyediakan layanan listrik kepada masyarakat,” papar Wabup Antonius.
 

"Kita tahu bahwa, masalah listrik masih menjadi persoalan karena sering mengalami pemadaman," lanjutnya.   Wabup Antonius berharap, rencana pembangunan PLTBM ini bisa terialisasi dengan cepat, sehingga persoalan listrik di Kapuas Hulu bisa segera teratasi. Pemkab akan mendukung dengan menyediakan lahan untuk mesin PLTBM dan bahan pengelola bahan sumber listrik tersebut.  

Kabid Perencanaan Perekonomian Bappeda Kapuas Hulu, Abang Hamzah menjelaskan tujuan dari Ekspose PT Pusaka Jaya Internasional terkait solusi energi alternatif, untuk mengatasi krisis listrik yang terjadi di Kalbar atau lebih khususnya di Bumi Uncak Kapuas. Energi listrik ini menggunakan energi baru dan terbaharukan (Biomass). Biomass adalah solusi energi alternatif. 
 

“Hasil pertemuan tersebut, Pemkab diminta menyiapkan lahan 6.010 hektar. Lahan tersebut digunakan untuk lahan produksi sumber listrik bahan baku berupa cangkang sawit, kayu, tanda kosong sawit seluas 6000 hektar dan 10 hektar untuk lahan mesin PLTBM.  

"Kapasitas yang mampu dihasilkan sebesar 10 MW, untuk kebutuhan Putussibau dan sekitarnya hanya 7 MW saja. Untuk kebutuhan listrik se- Kapuas Hulu 18 MW," terang Hamzah. Di Kalbar, ujar Hamzah, ada tiga kabupaten yang dijadikan pilot projek yaitu Kapuas Hulu, Melawi, dan Sekadau. Awal pendirian hingga beroperasi, memakan waktu 24 bulan terhitung mulai dari sekarang.  

"Kami menyanggupi penyediaan lahan yang diperlukan. Kapuas hulu memiliki hutan tanaman industri yang bisa digunakan seperti di wilayah Putussibau Selatan, Mentebah dan Kalis serta Putussibau Utara, seluas 25. 700 hektar," katanya.   Manajer Operasional Pembangkit PLN Wilayah Sanggau, Roni Handanu mendukung dan mengarahkan lokasi mesin PLTBM di sawai Kecamatan Putussibau Utara.

"Kalau sudah dibangun PLN siap mengelolanya,"katanya Account Directur PT. Pusaka Jaya Internasional Lucila Ismoyo Rukmi (Maya) mengatakan pihaknya sangat serius untuk berinvestasi demi memnuhi kebutuhan listrik di Kalbar.   Dijelaskannya, pihaknya telah membangun 92 PLTBM se- Indonesia. Dalam waktu dekat pihaknya akan mengajukan izin prinsip ke Bupati Kapuas Hulu terkait pembangunan PLTBM di Kapuas Hulu.  

"Kami siap berinvestasi pembangunan PLTBM dalam penyedian energi listrik di Kapuas Hulu. Kami mohon dukungan Pemkab,” harapnya. "Lahan yang disiapkan dari Pemkab nanti kami beli, untuk besaran investasi kami sekitar Rp36 Juta Dolar," terangnya. (sap)