Warga Jalur Sungai Keluhkan Harga BBM

Kapuas Hulu

Editor Kiwi Dibaca : 731

Warga Jalur Sungai Keluhkan Harga BBM
APMS BBM –Agen Penyalur Minyak dan Solar Terapung Energi Kapuas Semitau, di Desa Marsedan Jaya, Kecamatan Semitau, yang sudah tidak beroperasi. Dengan berbagai keadaan, kini masyarakat di Jalur Sungai Kapuas, tidak mendapat pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM
PUTUSSIBAU, SP- Warga di wilayah jalur Sungai Kapuas, mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini diakibatkan karena kelangkaan BBM, termasuk di tingkat kios pengecer.  

Kepala Desa Nanga Empangau Hulu, Kecamatan Bunut Hilir, Joni Karyadi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, saat ini ada razia yang dilakukan oleh instansi terkait. Hal inilah yang menjadi penyebab kios-kios pengecer tidak berani membuka usahanya untuk menjual BBM seperti biasanya.  

"Di desa kami dan beberapa desa lainnya,  terutama yang di jalur Sungai Kapuas, krisis BBM. Kami benar-benar kesulitan mendapatkannya," kata Joni.
 

Diterangkannya, untuk jenis BBM yang biasa digunakan masyarakat di jalur Sungai Kapuas alaah jenis premium dan solar. Saat ini, dua BBM tersebut benar-benar tidak ada, kalaupun ada harga jualnya di atas normal.  

"Biasanya Rp9- 10 ribu per liter, namun kini mendapai Rp13-15 ribu per liternya. Tidak hanya solar dan premium, namun juga Gas Elpiji," papar Joni.  

Nelayan Kecamatan Bunut Hilir, Sahari mengatakan, BBM merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat, untuk bekerja mencari ikan ke danau. Bahkan, katanya, BBM lebih penting dari beras, sebab untuk mendapatkan beras nelayan harus terlebih dahulu membeli BBM, baru kemudian hasil tangkapan ikan dijual dan dibelikan dengan beras.  

“Kami minta Pemkab mengontrol harga jual BBM di tingkat kios pengecer. Mengingat sampai saat ini masyarakat masih banyak yang belum mengetahui Harga Eceran Tertinggi (Het) yang telah ditetapkan,” katanya.  

Warga lainnya, Rusniardi mengatakan dirinya mendukung langkah pihak Pertamina merazia dan mengwasi hingga ke tingkat bawah. Hal ini untuk menghindari adanya aksi curang yang mungkin saja dilakukan oleh oknum tertentu.  

"Selain mensurvei harga jual, ketersedian, Pertamina juga harus mengecek takaran BBM yang dijual di kios-kios, sebab ada juga keluhan takaran kurang," katanya. Dijelaskannya, untuk pasokan BBM di Jalur Sungai Kapuas, seperti di Kecamatan Embaloh Hilir dan Bunut Hilir, berasal dari dua tempat yang berbeda, yakni dari Kecamatan Jongkong dan Putussibau.   

"Pertamina harus investigasi mendalam untuk dua tempat bongkar muat BBM, khususnya wilayah jalur Sungai Kapuas ini," pungkas Rusniardi. (sap/mul)