Peserta Tes Tenaga Kontrak Pertanyakan Hasil

Kapuas Hulu

Editor Kiwi Dibaca : 1105

Peserta Tes Tenaga Kontrak Pertanyakan Hasil
ilustrasi
PUTUSSIBAU, SP - Sejumlah peserta yang mengikuti tes penerimaan Tenaga Guru Kontrak Daerah (TGKD) 2017, mempertanyakan pengumuman hasil tes. Hingga saat ini, tes yang berlangsung dua bulan lalu, tidak kunjung diumumkan oleh panitia.  

"Kadisdikbud mengatakan, pengumuman dilaksanakan sebelum tahun ajaran baru. Sekarang sudah memasuki tahun ajaran baru, namun belum juga ada," kata Anwar, salah satu peserta tes.  

Ditambahkannya, informasi yang diterima para peserta, pengumuman hasil tes telah dilakukan oleh panitia, melalui Pemkab. Namun setelah dicek ke instansi terkait, ternyata belum diumumkan.  

"Kasihan mereka yang dari desa yang jauh dan terpencil. Mereka datang ke Putussibau, hanya untuk memastikan informasi yang diterima," jelasnya.  

Anwar menduga, ada hoax yang dihembuskan pihak tertentu, terkait pengumuman kelulusan TGKD 2017. Bahkan berita bohong ini terus menerus disampaikan, baik dari mulut ke mulut, maupun Media Sosial (Medsos).
  "Sebagai peserta, kami sangat tegang, karena memiliki harapan yang besar untuk lulus," ujar Anwar.   Wabup Kapuas Hulu, Antonius L  Ain Pamero mengatakan, Pemkab sepenuhnya menyerahkan pelaksanaan tes dan pengumuman hasilnya ke tim panitia. Tim ini berasal dari perguruan tinggi yang telah dibentuk.  

"Kami masih menghitung kuotanya, apakah memungkinkan untuk ditambah atau tidak. Karena ini menyangkut masalah pembiayaan tahun berikutnya,” kata Wabup Anton.   Wabup Anton berharap, pada minggu depan, sudah ada pengumuman dari panitia. Ia mengakui, tes dilaksanakan oleh panitia secara terbuka dan transparan sesuai dengan aturan yang ada.   “Tidak ada namanya Pemkab menunda-nunda pengumuman hasil tes. Kita sudah laksanakan sesuai dengan aturannya," papar Wabup.  

Anton berharap, adanya perekrutan TGKD 2017, dapat mengatasi persoalan kekurangan guru yang selama ini terjadi di Bumi Uncak Kapuas. Pembayaran TGKD, Pemkab mengambil dari APBD.  

“Kita kekurangan tenaga guru dan medis. Oleh karena itu, kita minta Pempus membantu, dengan cara merekrut tenaga yang dibutuhkan daerah saat ini,” paparnya. (sap/mul)

Komentar