Kamis, 19 September 2019


Aparat Penegak Hukum Diminta Tingkatkan Patroli

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 660
Aparat Penegak Hukum Diminta Tingkatkan Patroli

PATROLI SEPEDA – Jajaran Polres Kapuas Hulu, saat patroli menjaga Kamtibmas. Patroli ini harus ditingkatkan, karena dalam beberapa waktu terakhir, kejahatan semakin meningkat di Bumi Uncak Kapuas.

PUTUSSIBAU, SP - Kasus Pencurian dengan kekerasan (Curas), yang terjadi beberapa waktu terakhir di Bumi Uncak Kapuas, menarik perhatian warga. Tidak terkecuali Pemkab dan DPRD.   Mereka meminta Aparat Penegak Hukum (APH) bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aksi kriminalitas yang terjadi. Patroli rutin jadi salah satu cara, yang diyakini bisa meminimalisir berbagai aksi kejahatan.  

Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero mengatakan, Kapuas Hulu letaknya paling ujung wilayah Kalbar, sehingga masyarakat dan APH harus waspada, dan terus menjalin koordinasi dalam menjaga Kamtibmas.   "Kondisi kita yang sepi dan sunyi, bisa jadi peluang para penjahat. Oleh karena itu, kita harus waspada. Jangan pernah lengah, apalagi kejahatan terus mengintai kita,” kata Wabup Anton.  

Wabup Anton, sangat terkejut dengan adanya kasus penusukan yang mengakibatkan seorang jadi korban meninggal dunia. Bahkan, lebih miris lagi, persitiwa tersebut terjadi dua kali, hanya dalam jarak waktu yang sangat dekat.   "Rupanya pelaku orang yang sama. Pelaku ini orang luar, yakni dari Ketapang. Oleh karena itu, mari kita terus waspada terhadap keberadaan orang luar yang belum jelas," imbaunya.   

Saat ini, lanjut Wabup, akses ke Kapuas Hulu sangat terbuka dan bebas. Tidak hanya orang dalam negeri saja bisa yang ke Kapuas Hulu. Namun, warga negara lain juga mudah masuk, terutama setelah dibukanya PLBN Terpadu Badau.   "APK sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Maka masyarakat wajib menjaga diri sendiri juga, sehingga bisa terhindar dari malapetaka," papar Wabup Anton.  

Anggota DPRD Kapuas Hulu, Fabianus Kasim menyatakan, APK harus mengintensifkan razia terhadap tempat-tempat yang dianggap rawan. Misalnya tempat hiburan malam, kos-kosan, hotel, dan penginapan. "Dengan demikian, Kamtibmas bisa terjaga.  Wilayah kita ini sangat rawan, karena merupakan wilayah perbatasan," tutur legislator asal Partai Hanura ini. (sap/mul)