Rabu, 13 November 2019


Masyarakat Mulai Takut Gunakan Jasa Angkutan Darat

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 2324
Masyarakat Mulai Takut Gunakan Jasa Angkutan Darat

Kecelakaan – Bus perintis jurusan Pontianak- Putussibau terbalik setelah mengalami kecelakaan, yang mana bertabrakan dengan Pickup Grandmix di wilayah Simpang Ampar Sanggau, Kamis (28/9) sekira 17.00 WIB.

PUTUSSIBAU, SP - Musibah kini tengah menimpa penyedia jasa angkutan umum perintis jurusan Putussibau- Pontianak, dalam seminggu terakhir sudah dua kali armada bus tersebut mengalami kecelakaan.  

Dua musibah yang menimpa bus perintis tersebut, yakni pertama kecelakaan tunggal yang terjadi di Jalan Lintas Selatan, Desa Mujan Kecamatan Boyan Tanjung, Kapuas Hulu, Kamis (21/9) sekira pukul 07.00 WIB, Kedua terjadi di wilayah Simpang Ampar, Sanggau, Kamis (28/9) sekira pukul 17. 00 WIB.  

Akibat dari kejadian tersebut, saat ini masyarakat merasa takut berpergian menggunakan jasa transportasi darat, karena faktor keamanan yang kini kurang diperhatikan.   Pengurus PT Perintis ,Yuda Risman menjelaskan, kecelakaan bus perintis di wilayah Simpang Ampar tidak menimbulkan korban jiwa, di mana para penumpang hanya mengalami luka ringan saja.  

"Kecelakaan itu disebabkan mobil pickup grandmax bertabrakan dengan bus perintis yang dikemudikan oleh Wes dan kerneknya As tujuan pontianak- putussibau berangkat dari pontianak pukul 13.30 siang," jelasnya Jumat (28/9).   Diterangkannya, kecelakaan tersebut terjadi karena mobil pickup mengambil jalan bus ke sebelah kanan sehingga bus menepi ke badan jalan, hal tersebut diduga dikarenakan supir pickup dalam keadaan mengantuk.  

"Yang tadinya bus sudah menepi ke badan jalan, tapi masih dikejar pickup sehingga tabrakkan tidak dapat dielakkan. Kami sudah menggunakan SOP di jalan raya, musibah ini terjadi bukan kehendak kami, kami sudah berusaha dengan sebaik-baiknya," terang dia.  

Sementara itu, Warga Kapuas Hulu Salbiah, mengatakan dengan banyaknya musibah yang dialami oleh transportasi angkutan umum jalan darat membuat dirinya menjadi takut untuk berpergian menggunakan bus dan taksi.   "Saat ini rasanya jika kita berpergian menggunakan bus atau taksi nyawa seakan-akan terasa terancam," jelasnya.  

Salbiah meminta agar pihak kepolisian memanggil seluruh penyedia jasa transportasi darat, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan di jalan raya, mengingat nyawa para penumpang sangatlah berharga.  

 "Harus ada aturan dan sanksi yang tegas dari pihak kepolisian, selain itu kendaraan dan supirnya harus di cek juga apakah sudah sesuai standar atau tidak," pungkasnya. (sap/pul)