Warga Putussibau Keluhkan BBM Jenis Premium Langkah

Kapuas Hulu

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 857

Warga Putussibau Keluhkan BBM Jenis Premium Langkah
PREMIUM LANGKAH - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium (bensin) langka di wilayah Putussibau, kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat. Net

Berharap Pertamina dan Pemda Segera Menormalkan


Warga Kecamatan Putussibau Selatan, Yuyun
Saat ini yang banyak dijual baik di kios pengecer maupun APMS dan SPBU yakni BBM jenis Pertalite, sementara kami takut menggunakan pertalite sebab informasinya bisa merusak mesin dan harganya juga lebih mahal

PUTUSSIBAU, SP - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium (bensin) langka di wilayah Putussibau, kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat. Mereka berharap Pemerintah Daerah (Pemda) dan pihak pertamina dapat segera menormalkan kembali pasokan premium di Bumi Uncak Kapuas.

Seperti yang dikatakan warga Kecamatan Putussibau Selatan, Yuyun bahwa selama beberapa bulan terakhir dirinya kesulitan mendapatkan BBM jenis premium tersebut, baik di tingkat kios pengecer maupun di APMS dan SPBU di wilayah Putussibau.

"Saat ini yang banyak dijual baik di kios pengecer maupun APMS dan SPBU yakni BBM jenis Pertalite, sementara kami takut menggunakan pertalite sebab informasinya bisa merusak mesin dan harganya juga lebih mahal," ujarnya, Senin (2/10).

Dijelaskannya, untuk harga BBM ditingkat kios pengecer bervariasi, di mana untuk pertalite dijual Rp8.500 perliter dan bensin Rp8.000 perliter. Ia mendesak Pemda Kapuas Hulu dan pertamina agar segera menormalkan distribusi BBM premium ke Kapuas Hulu agar tidak terjadi kelangkaan lagi.

"Harusnya pihak terkait menjelaskan duduk permasalahannya seperti apa, biar kita bisa tahu kenapa sampai langkah seperti ini," sarannya.

Warga Lainnya, Yudi menjelaskan premium lebih penting dari beras, sebab untuk mencari beras dibutuhkan premium untuk menggerakkan kendaraan, artinya dengan begitu jangan sampai terjadi kelangkaan.

"Saya merasa aneh, saat ini harga BBM sudah semakin naik, bahkan BBM bersubsidi pun berusaha untuk dihilangkan, sebenarnya pemerintah harus memikirkan nasib kami yang tidak mampu ini," harapnya.

Bupati Kapuas Hulu Abang Muhamad Nasir mengatakan dulunya ketersediaan BBM di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu sangat minim, akibatnya terjadi kelangkaan. Kondisi tersebut kini mulai teratasi dengan adanya SPBU dan APMS yang beroperasi di wilayah Bumi Uncak Kapuas.

"BBM ini sangat penting bagi masyarakat, sebab untuk menggerakkan kendaraan untuk mencari rezeki diperlukan BBM," katanya belum lama ini.

Bupati berharap kedepan BBM tersedia diseluruh kecamatan se-Kabupaten Kapuas Hulu, agar tidak terjadi kelangkaan dan harganya pun tetap setabil, sehingga nantinya masyarakat tidak merasa resah dan sulit mendapatkan BBM untuk beraktivitas sehari hari.

"Untuk wilayah kapuas seperti Kecamatan Bunut Hilir dan Embaloh Hilir, saya berharap kedepan sudah ada APMS Apung, agar harga BBM di sana tetap stabil,” katanya.

Diungkapkannya, Kapuas Hulu wilayahnya sangat luas, terdiridari 23 kecamatan, 278 desa dan empat kelurahan. Di mana untuk menuju satu desa dengan desa lainnya membutuhkan waktu berjam-jam, termasuk dari kecamatan menuju kabupaten.

"Karena jaraknya yang jauh inilah menyebabkan harga BBM menjadi mahal, khususnya di daerah yang sulit dijangkau," pungkasnya. (sap/pul)