Marak Radikalisme, Wakapolres Sebut Ada Doktrin Semacam Hipnotis

Kapuas Hulu

Editor K Balasa Dibaca : 684

Marak Radikalisme, Wakapolres Sebut Ada Doktrin Semacam Hipnotis
BELA NEGARA - Kader bela negara di Kecamatan Putussibau Utara, Rabu (15/11). (SP/Syapari)
PUTUSSIBAU, SP - Wakapolres Kapuas Hulu, Kompol Dwi Budi mengatakan, terorisme dan radikalisme merupakan musuh bersama, sebab berpotensi menimbulkan perpecahan di wilayah NKRI.

Dia menerangkan, terorisme berpemahaman ingin menjadikan Indonesia sebagai negara khilafah, di mana mereka akan menerapkan hukum agama secara kaku. Sementara Indonesia mengedepankan ideologi Pancasila, budaya dan suku yang ada.

"Mereka rela menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan yang ingin mereka capai," katanya, Rabu (15/11).

Dwi mengutarakan, kelompok tersebut memiliki ilmu khusus yang digunakan untuk menghipnotis dan memasukkan paham tersebut kepada masyarakat. Sehingga mereka rela mengorbankan diri mereka untuk kepentingan kelompok tersebut.

"Kalbar dulu pernah dihebohkan dengan Gafatar, di mana orang-orang yang terdapat didalamnya teridiri dari masyarakat biasa, dosen, arsitertur, dokter, guru dan pihak lainnya," ungkanya.

Dia mengatakan, orang -orang tersebut biasanya mencuci otak pengikutnya yakni dengan cara mempengaruhi hati dan pikiran alam bawah sadar.

"Mereka memberikan doktrin melalui pengajian, jika karakter dan prinsip sudak terbentuk dia akan bersedia menyatakan jihad dengan diiming-imingi dengan hadiah surga," terangnya.

Padahal, kata Dwi, dalam kitab suci agama manapun membunuh orang hukumnya dosa.

"Dasar agama dan pola pikir harus diperkuat, kita jangan mudah dipecah belah dan diadu domba untuk kepentingan suatu kelompok tertentu," terangnya. (sap)