Desa Rantau Kalis Belum Dikelola Maksimal

Kapuas Hulu

Editor Kiwi Dibaca : 485

Desa Rantau Kalis Belum Dikelola Maksimal
PANEN - Para petani terlihat sedang memanen hasil tanaman padinya. Sementara di Kabupaten Kapuas Hulu tepatnya di Desa Rantau Kalis, Kecamatan Kalis, memiliki potensi di sektor pertanian dan wisata, hanya saja saat ini masih belum tergarap secara maksima
PUTUSSIBAU, SP - Anggota DPRD Kapuas Hulu Fabianus Kasim mengatakan, wilayah Bumi Uncak Kapuas sangat luas, kondisi ini harus dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat maupun Pemerintah Daerah (Pemda) untuk meningkatkan sektor pertanian.  

"Kita masih banyak lahan tidur yang menunggu untuk dikelola, potensi ini harus kita manfaatkan untuk mensejahterakan masyarakat kita," katanya.  

Seperti di wilayah Desa Rantau Kalis, Kecamatan Kalis Kabupaten Kapuas Hulu. Di sana memiliki potensi di sektor pertanian. Tidak hanya itu, wilayah tersebut juga memiliki potensi wisatanya, hanya saja saat ini masih belum tergarap secara maksimal akibat keterbatasan dana.  

"Di sana alamnya indah, tanahnya subur dan masyarakatnya mayoritas berprofesi sebagai petani. Jadi sangat cocok untuk dikembangkan sektor pertaniannya," ungkapnya.  

Melihat potensi yang ada tersebut, Kasim akan terus berupaya untuk  mengembangkan sektor pertanian dan pariwisata di desa tersebut.
  "Saya sering menyuarakan aspirasi masyarakat Desa Rantau Kalis, selain itu saya juga selalu berupaya menjolok bantuan pertanian ke pusat," ujarnya.  

Kades Desa Rantau Kalis, Sunan Pujiadi mengatakan petani di desanya tersebut mampu menghasilkan padi sebanyak 106.800 kilogram setiap tahunnya. Namun padi-padi yang dihasilkan tersebut tidak di jual oleh mereka, melainkan dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.  

"Jumlah penduduk di desa kita ini sebanyak 178 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah sebanyak 620 jiwa, teridiri dari tiga dusun dan 5 RT. 90 persen di antara mereka berprofesi sebagai petani. Untuk satu KK mampu menghasilkan sebanyak 500-600 kilogram padi setiap tahunnya," kata Sunan.  

Diterangkannya, sampai saat ini program cetak sawah belum masuk ke desanya, namun selama ini selalu diusulkan melalui Musrenbang baik tingkat desa maupun kecamatan. Menurutnya jika lahan pertanian luasnya sudah mencukupi, maka berpotensi hasil pertanian akan diperjualbelikan.  

"Desa kami memiliki potensi yang cukup tinggi dibidang pertanian dan pariwisata, ke depan kedua sektor itu akan terus dikembangkan," katanya.   Selama ini, untuk pengembangan sektor pertanian di desanya mengandalkan dana dari DD, ke depan pihaknya berharap akan ada bantuan dari kabupaten setempat maupun pemerintah pusat. Infrastruktur diakuinya juga sangat dibutuhkan untuk menunjang perekonomian masyarakat.  

"Kecamatan Kalis terdiri dari 17 desa, untuk infrastruktur yang kami butuhkan saat ini Balai Adat, Jalan Produksi dan jembatan ," pungkasnya. (sap/pul)