Senin, 23 September 2019


Legislator: Pemda Kapuas Hulu Belum Optimalkan PAD

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 665
Legislator: Pemda Kapuas Hulu Belum Optimalkan PAD

DISKUSI - Anggota DPRD Kapuas Hulu, Fabianus Kasim saat berdiskusi dengan Fachrudin Siregar Ketua Koni Kalbar, di rumah dinas Bupati Kapuas Hulu, Kamis (30/11) malam.(SP/Syapari)

PUTUSSIBAU, SP - Angggota DPRD Kapuas Hulu, Fabianus Kasim mengatakan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kapuas Hulu saat ini masih sangat minim.

Ini dikarenakan Pemerintah Daerah (Pemda) belum mengoptimalkan sumber PAD yang ada. Oleh karena itu, ke depan perlu dibuat regulasi khusus terkait penarikan retribusi PAD.

Dijelaskannya, potensi sumber PAD yang ada seperti penarikan retribusi pada restoran, rumah makan, hotel, penginapan, tempat hiburan, parkir, sarang burung walet, ikan hias seperti arwana red.

"Ke depan harus dibuat regulasi retribusi yang ekonomis dan dapat dipercaya agar para pelaku usaha tidak ragu dalam membayar retribusinya," katanya, Jumat (1/12).

Legislator Hanura ini menambahkan, selain itu, ada potensi PAD lain yang berasal dari sumber daya alamĀ  seperti di sektor pertambangan. Namun sayangnya, potensi kekayaan alam tersebut tidak dapat diolah lantaran terbentur dengan status hutan lindung, sehingga memerlukan proses pembuatan izin yang panjang.

"Kalau kita hanya mengharapkan pendapatan PAD dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tidak akan mampu mendongkrak PAD Bumi Uncak Kapuas, karena jumlahnya sangat kecil," terangnya.

Dikatakannya, terkait pengkajian hukum tentang regulasi retribusi PAD, saat ini sedang dikaji oleh Bapemperda DPRD Kapuas Hulu, di mana jika dinyatakan layak maka akan dibuatkan Perda khusus terkait retribusi PAD tersebut.

"Perda itu nantinya yang akan dijadikan payung hukum untuk menarik retribusi,"jelasnya

Selain itu, menurutnya, pihaknya juga akan mengkaji retribusi PAD khusus untuk sektor pariwisata, mengingat Kapuas Hulu dua tempat wisata yang terkenal dan sudah mendunia yakni Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK), Bukit Tilung, Bukit Semedang dan arung jeram yang terdapat diwilayah perhuluan.

"Saya minta dinas terkait harus kreatif dan aktif melihat dan memanfaatkan potensi yang ada untuk dijadikan sumber PAD Bumi Uncak Kapuas," terangnya. (sap)