Sabtu, 14 Desember 2019


Potensi Tambang Diincar Asing, Ormas: Selektif Lihat Izin Masuk WNA

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 617
Potensi Tambang Diincar Asing, Ormas: Selektif Lihat Izin Masuk WNA

OPERASI - Operasi gabungan Imigrasi terkait keberadaan WNA. (SP/Syapari)

PUTUSSIBAU, SP - Imigrasi Putussibau mensinyalir keberadaan sejumlah WNA asal Tiongkok di Kabupaten Kapuas Hulu, untuk mengincar potensi pertambangan.

Terkait hal tersebut, Ketua Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kapuas Hulu, Ahmad Yani, meminta aparat penegak hukum untuk bersinergi dalam mengawasi orang asing di Bumi Uncak Kapuas.

"Harus ada koordinasi antar stakeholder terkait seperti Imigrasi, TNI dan Polri dan Pemda Kapuas Hulu. Selain itu, masyarakat juga diminta proaktif," katanya, Sabtu (9/12).

Yani menduga kedatangan para WNA membawa misi dan tujuan tertentu. Bukan hanya sekadar berwisata.

"Perketat keberadaan orang asing di Kapuas Hulu, harus selektif melihat izin yang mereka gunakan," tegasnya.

Selektif yang dimaksud, seperti ketika Warga Negara Indonesia (WNI) masuk ke negara mereka, diperiksa dengan sangat ketat. Sementara di Indonesia hal yang sama masih belum berjalan dengan baik.

"Bupati harus segera memanggil NGO yang ada dan meminta kepada mereka untuk menjelaskan terkait keberadaan WNA di Kapuas Hulu, jika mereka tidak bisa menjelaskan secara rinci tunda semua kegiatan mereka yang dilakukan di wilayah kita," tegasnya.

Dia menegaskan, persoalan ini menyangkut kedaulatan bangsa dan bukan hal yang bisa dibuat main-main.

"Jika WNA melakukan penelitian atau survei tambang di wilayah kita harus jelas, hal tersebut dilakukan untuk apa dan untuk siapa, sudah ada belum MoU nya," tegasnya.

"Semua pihak harus tegas dan serius menyikapi ini," terangnya. (sap)