Warga Minta Maaf Soal Pengibaran Bendera Sarawak Malaysia, Kain Itu Didapat dari 'Lelong'

Kapuas Hulu

Editor K Balasa Dibaca : 760

Warga Minta Maaf Soal Pengibaran Bendera Sarawak Malaysia, Kain Itu Didapat dari 'Lelong'
BENDERA - Penyerahan bendera Sarawak Malaysia, kepada aparat, Sabtu (30/12). (SP/Syapari)
PUTUSSIBAU, SP - Pengibaran Bendera Serawak Malaysia di Wilayah Perbatasan RI- Malaysia wilayah Dusun Kara'am, Desa Benua Martinus, Kecamatan Embaloh Hulu, Sabtu (30/12), karena ketidaktahuan warga jika kain tersebut merupakan bendera negara tetangga. 

Kain (bendera) tersebut dikibarkan di atas tumpukan kayu api unggun, untuk menyambut malam pergantian tahun.

Warga Dusun Kara'an, Desa Banua Martinus, Kecamatan Embaloh Hulu, Monik Kulam (60) menjelaskan, dirinya tidak mengetahui jika kain tersebut merupakan bendera Serawak Malaysia, kain tersebut didapatnya dari tumpukkan pakaian lelong.

"Kain itu rencananya akan saya jahit untuk bantal, namun karena suka cita pemuda dan masyarakat setempat kain tersebut dipasang di puncak tumpukan kayu yang disusun untuk dijadikan api unggun menyambut malam pergantian tahun baru mendatang," jelasnya.

Diterangkannya, ketika mengetahui itu ternyata bendera Sarawak Malaysia, akhirnya warga setempat menurunkan bendera tersebut dan diserahkan kepada Kapolres Kapuas Hulu dan Dandim 1206 Putussibau.

"Saya minta maaf, kami tidak bermaksud melecehkan negara tetangga ataupun negara Indonesia, ini murni kesalahan kami, karena minimnya pengetahuan kami terkait masalah itu," terangnya. (sap)