Agus: Harga Tebus Rastra Ditiadakan

Kapuas Hulu

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 316

Agus: Harga Tebus Rastra Ditiadakan
Ilustrasi. Net
PUTUSSIBAU, SP - Kepala Seksi Logistik Putussibau, Devisi Regional Kalimantan Barat Perum Bulog, Halpid Handi Agus mengatakan dalam penyaluran beras sejahtera (Rastra) tahun ini tidak ada lagi harga tebus, seperti tahun lalu.

"Tahun lalu harga tebus Rastra Rp1.600/kg, namun kebijakan pemerintah, untuk tahun ini harga tebus Rastra itu ditiadakan sampai titik distribusi Bulog," kata Agus, kemarin.

Menurut Agus, penyaluran Rastra dari gudang Bulog ke titik distribusi bisa di pusat kecamatan atau pun desa, hal tersebut tergantung letak geografis. Selain itu, Agus juga menyampaikan, pada tahun ini jumlah Rastra di kurangi dari 15 kg menjadi 10 kg/ Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Jumlah keluarga penerima manfaat Rasta di Kapuas Hulu sebanyak 12.830 KPM dengan rata - rata penyaluran Rastra sebanyak 128.300 ton/bulan. Saat ini beras PSO di gudang Bulog Putussibau sekitar 300 ton, itu termasuk untuk Rastra," jelas Agus.

Dirinya mengatakan dengan ketersediaan 300 ton itu, mampu bertahan untuk ketersediaan dua bulan ke depan.

"Jadi rencananya, tahun ini penyaluran Rastra akan dilaksanakan setiap bulan," terangnya.

Agus juga mengatakan, operasi pasar cadangan beras pemerintah dimulai sejak Januari hingga April 2018. "Hal tersebut berdasarkan instruksi Kementrian Perdagangan," terangnya.

Tujuan dari operasi tersebut untuk mensetabilkan harga jual beras di pasaran. Berdasarkan hasil laporan yang disampaikan ke pusat terjadi kenaikan harga beras yang sangat signifikan.

"Sehingga Bulog ditugaskan untuk mensetabilkan harga melalui oprasi pasar," katanya.

Dijelaskannya, yang berperan dalam menjual beras operasi pasar ke masyarakat adalah Mitra Bulog/ atau toko yang sudah memenuhi syarat dan dapat dipercaya. Masyarakat tidak dibatasi dalam pembelian beras tersebut.

"Penjualan tergantung kebutuhan masyarakat, Sejauh ini sudah 1 ton beras OP yang terjual," terangnya.

Diterangkannya, Kualitas beras OP tersebut masuk dalam kelas medium plus, dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan Bulog Putussibau Rp9.850/ kilogram.

"Artinya kami lebih murah satu rupiah dari HET pemerintah," pungkasnya. (ant/sap/pul)