Rabu, 13 November 2019


Dinas Pertanian Akui Kapuas Hulu Belum Surplus Beras

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 462
Dinas Pertanian Akui Kapuas Hulu Belum Surplus Beras

Ilustrasi beras. (net)

PUTUSSIBAU, SP – Kabid Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Kapuas Hulu, Joko Sutoyo menyebutkan Kapuas Hulu belum mengalami surplus beras.

Untuk penghitungan jumlah produksi padi lokal Kapuas Hulu, ada tiga tahapan perhitungannya, dimana pada tahapan pertama disebut angka ramalan, tahapan kedua angka sementara dan tahapan ketiga angka tetap.

"Seperti itulah angka statistik pertanian. Untuk angka ramalan itu pada bulan Januari, angka sementara Maret- April dan angka tetap Mei-Juni," terangnya, kemarin.

"Hitungan sampai surplus kemarin itu dihitung dari produksi lokal, misalnya luasan panennya sekian dikalikan produktifitasnya sekian hektare, jadi dapatlah angka sementara 60 ribu ton gabah kering," jelasnya.

60 ribu ton gabah kering itu, jika digiling menjadi beras paling-paling hanya menghasilkan 50 persen atau sekitar 30 ribu ton beras. Jika sudah mendapatkan angka tetap 30 ribu ton tersebut barulah dipublikasikan pihaknya.

"Produksi beras tahun 2017 sekitar 30 ribu ton, sementara tahun sebelumnya 2016 hanya 27 ribu ton, sementara untuk kebutuhan masyarakat Kapuas Hulu sebanyak 29 ribu ton beras per tahun," katanya.

Sementara itu, pihaknya tidak mengetahui jumlah beras komersil dari luar yang masuk ke Kapuas Hulu, hal ini dikarenakan Dinas Perdagangan tidak memiliki data.

"Kami sulit menganalisa jumlah beras luar yang masuk ke Kapuas Hulu karena tidak ada datanya," ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk wilayah penghasil padi di Kapuas Hulu terdapat di beberapa kecamatan seperti di Kecamatan, Hulu Gurung, Pengkadan, Jongkong, Bunut Hulu dan lainnya.

"Untuk jumlah tanam Kapuas Hulu saat ini saya tidak hafal secara persis," ungkapnya. (sap)