Senin, 23 September 2019


Maskapai Jangan Naikan Harga Tiket Lebihi Ambang Batas

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 332
Maskapai Jangan Naikan Harga Tiket Lebihi Ambang Batas

Kepala Bandara Pangsuma Putussibau, Hariyanto

PUTUSSIBAU, SP - Kepala Bandara Pangsuma Putussibau, Hariyanto menjelaskan, bahwa menyambut bulan suci Ramadan, terjadi kenaikan harga tiket. Hal tersebut dikarenakan Maskapai Garuda tidak beroperasi.

Dijelaskannya, harga tiket tersebut ada ambang atas dan ambang bawahnya, jika harga tiketnya dijual sudah melebihi harga ambang atas, maka pihaknya berkewajiban untuk menegur maskapai tersebut.
 
"Namun sejauh ini meskipun harganya naik, tapi belum sampai melewati ambang batas atasnya," terangnya, Selasa (22/5).

Meskipun demikian, pihaknya telah mengingatkan maskapai penerbangan tersebut agar tidak menaikkan harga secara signifikan. Saat ini, semenjak Maskapai Garuda sudah beroperasi harga tiket telah kembali turun.

"Harganya sekarang sudah sekitar Rp700 hingga Rp800 ribu, kalau sebelumnya sempat tembus Rp1 juta lebih," terangnya.

Dijelaskannya, untuk harga tiket ambang batas atas Rp 1.305.000 dan untuk ambang batas bawah Rp300 ribuan. Kenaikan harga tiket itu tergantung dengan permintaan pasar, jika jumlah penumpang banyak maka harganya akan mereka naikkan.

"Jika jumlah penumpangnya tidak mengalami peningkatan, harganya tidak akan mengalami kenaikan," terangnya.

Untuk memastikan lonjakan harga tidak kembali terjadi, pihaknya selalu mengintip harga tiket tersebut secara terselebung agar harganya tidak melebihi ambang batas atas tersebut.

"Itu sudah kita antisipasi, kita tidak terbuka dengan mereka, harga tiket itu tetap kita monitor dan selidiki," katanya.

Jika nantinya ditemukan ada yang menjual di atas ambang atas, maka akan dilaporkan dan mereka akan mendapatkan sanksi bisa berupa pembekuan rute. (sap/pul)