Kamis, 19 September 2019


Haryanto: Budaya Gotong-Royong Perlu Dilestarikan

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 308
Haryanto: Budaya Gotong-Royong Perlu Dilestarikan

GOTONG-ROYONG - Bhabinkamtibmas Polsek Batang Lupar, Brigpol Haryanto bersama warga bergotong-royong memasang pipa saluran air bersih di Bukit Tekalong menuju rumah warga di Desa Lanjak Deras Kecamatan Batang Lupar. (SP/Syafari)

PUTUSSIBAU, SP - Bhabinkamtibmas Polsek Batang Lupar, Brigpol Haryanto secara terus menerus menanamkan dan melestarikan budaya gotong-royong di desa binaanya.

Menurut Haryanto, saat ini budaya gotong-royong sudah mulai luntur. Untuk itu, perlu digalakkan dan dilestarikan lagi, apalagi mengingat gotong-royong merupakan budaya bangsa yang banyak terkandung nilai-nilai positif.

"Dengan bekerjasama, maka hal yang berat dapat diselesaikan dengan ringan," katanya, Minggu (27/5).

Semangat gotong royong ini terus menerus ia terapkan dalam upaya membangun Desa Lanjak Deras, Kecamatan Batang Lupar.

"Dalam melaksanakan pembangunan, kami selalu bergotong-royong seperti misalnya memasang pipa saluran air bersih di Bukit Tekalong," terangnya.

Saat ini masyarakat bisa merasakan secara langsung manfaat gotong-royong, dimana saat ini air sudah mengalir ke rumah-rumah masyarakat setempat.

"Salah satu indeks kesejahteraan masyarakat itu adalah terpenuhinya kebutuhan salah satunya air bersih," katanya.

Diungkapkannya, air merupakan sumber kehidupan, sudah selayaknya jika masyarakat dapat menikmati air bersih. Jika air dekat, maka kesejahteraan masyarakat bisa ikut meningkat.

“Air ini sangat dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari seperti memasak, mandi dan mencuci. Jika dalam satu hari di rumah tidak ada air, maka pekerjaan semua akan tertunda," terangnya.

Untuk itulah, pihaknya menargetkan ke depan tidak adalagi rumah-rumah warga di Desa Lanjak Deras yang tidak teraliri air bersih.

“Kalau tiap hari masyarakat sibuk mencari air bersih, bagaimana mereka akan sejahtera. Air sumber kehidupan dan kesehatan. Jika sehat, masyarakat bisa bekerja dan dapat sejahtera,” ungkapnya.

Kemudian agar ketersediaan air bersih terus melimpah, kiranya masyarakat harus terus menjaga kawasan serapan air seperti kawasan hutan lindung. 

"Jika daerah serapan air sudah rusak, maka bencana akan datang dan daerah hilir akan lebih dahulu merasakan dampaknya," pungkasnya. (sap/pul)