Minggu, 15 Desember 2019


Kasim Minta Aparat Perketat Pengawasan Perbatasan

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 383
Kasim Minta Aparat Perketat Pengawasan Perbatasan

Ilustrasi. (Net)

PUTUSSIBAU, SP – Anggota DPRD Kapuas Hulu, Fabianus Kasim meminta aparat penegak hukum dan petugas di perbatasan RI- Malaysia di Kapuas Hulu memperketat keluar masuk barang dan orang secara ilegal melalui jalur-jalur tikus di perbatasan.  

Kasim mengatakan, dirinya mendukung jika petugas di perbatasan melakukan tindakan tegas dengan menerapkan aturan yang berlaku, agar negara tidak dirugikan di sektor pajak, akibat keluar masuknya barang dan orang secara ilegal.  

"Praktik-praktik ilegal harus diberantas, sebab merugikan negara," tegasnya, kemarin.   Dia mengatakan, selama ini jalur-jalur tikus di perbatasan selalu digunakan oleh oknum-oknum tertentu untuk sarana dan pra sarana menyelundupkan barang-barang ilegal dari negara tetangga Malaysia.  

"Permasalahan ini harus disampaikan ke pusat untuk mencari solusinya, sebab saat ini perbatasan merupakan kewenangan pusat," terangnya.   Wilayah perbatasan rawan dijadikan sebagai tempat untuk menyelundupkan barang-barang terlarang seperti narkotika dan perdagangan orang.  

"Ke depan keluar masuk barang dan orang harus dilakukan secara satu pintu yakni lewat jalur resmi PLBN Badau," ujarnya.   Selain itu, Kasim juga meminta Pemkab Kapuas Hulu juga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang hendak mengurus perizinan untuk melakukan ekspor impor.  

"Jika sudah dipermudah tidak ada alasan lagi, jika masih ada praktik ilegal artinya itu senagaja dilakukan oleh oknum pengusaha untuk memperoleh keuntungan pribadi," terangnya.  

Kasim menceritakan, selama ini yang terjadi barang-barang dari Malaysia mudah masuk ke Indonesia, sementara barang-barang dari Indonesia sangat sulit masuk ke Malaysia.  

"Artinya ini tidak berimbang, Indonesia dan Malaysia harus benar-benar menjalankan aturan yang sudah disepakati, jika ada yang melanggar harus ditindak tegas," katanya.  

Sebelumnya, prajurit TNI Pamtas Yonif 320/BP berhasil menggagalkan penyeludupan rotan sekitar 20 ton ke Malaysia, wilayah perbatasan RI-Malaysia, Kecamatan Badau belum lama ini.   "Masih lidik," kata Kepala Kantor Bea dan Cukai Nanga Badau, I Putu Alit Ari Sudarsono. (sap/and)