Rabu, 18 September 2019


Semarakan Hari Anak Nasional, Pemda Kapuas Hulu Gelar Gebyar PAUD

Editor:

Indra W

    |     Pembaca: 294
Semarakan Hari Anak Nasional, Pemda Kapuas Hulu Gelar Gebyar PAUD

Anak-anak menggambar pada kegiatan gebyar PAUD di halaman Kantor Bupati Kapuas Hulu, Kamis (30/8). (SP/Sap)

PUTUSSIBAU, SP - Seketaris Daerah (Sekda) Kapuas Hulu Ir. Muhammad Sukri membuka kegiatan gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam rangka Hari Anak Nasional Kabupaten Kapuas Hulu 2018, di halaman Kantor Bupati setempat, Kamis (30/8).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi, menjelaskan, tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut untuk menumbuhkan semangat dan minat serta kreatifitas anak usia dini dalam mengembangkan potensi sesuai tumbuh kembangnya.

"Peserta didik TK/RA, BA, KB di Kecamatan Putussibau Utara dan Putussibau Selatan dengan jumlah peserta didik 500 orang," terangnya.

Petrus menyampaikan, saat ini anak-anak dihadapkan dengan kemajuan jaman, dimana teknologi berkembang secara cepat dan pesat. Kondisi ini harus diimbangi dengan pembinaan karakter dan ahlak agar mereka siap menghadapi kemajuan saat ini.

"Jangan sampai paham dan informasi yang bertentangan dengan kaidah-kaidah negara kita diterima oleh mereka, hal itu harus disaring," ungkapnya.

Dijelaskannya, Indonesia merupakan negara yang beradab dan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, hal tersebut harus terus ditanamkan mulai sejak dini, sehingga ketika memasuki era yang sebenarnya mereka akan siap baik mental maupun intelektualnya.

Sekda Kapuas Hulu, Ir Muhammad Sukri, mengatakan melalui menggambar dapat menumbuhkan kreatifitas anak-anak, sehingga kita mengetahui ide-ide apa saja yang mau mereka tuangkan di dalam gambar tersebut.

"Biarkan anak diberikan kebebasan dalam berfikir, hasil dari gambar yang dibuat oleh anak-anak ini nantinya akan dikirim ke provinsi sebagai bahan laporan," terangnya.

Sekda mengatakan, selama ini Pemda Kapuas Hulu telah memberikan dukungan maksimal terhadap pendidikan PAUD, dimana hampir dari semua desa telah didirikan PAUD, sebagai upaya memberikan pendidikan anak sedini mungkin.

"Saat ini sudah diatas 90 persen desa sudah mendirikan PAUD, kita sudah meminta semua desa menganggarkan untuk pembangunan PAUD," jelasnya.

Sukri mengatakan, saat ini sarana pra sarana pendidikan PAUD masih belum optimal, dimana masih banyak sarana bermain yang perlu dilengkapi.

"Peningkatan kualitas PAUD terus kita tingkatkan," katanya (sap)