Senin, 14 Oktober 2019


Dukung Program Nasional, Kapuas Hulu targetkan Swasembada Sapi

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 304
Dukung Program Nasional, Kapuas Hulu targetkan Swasembada Sapi

PUTUSSIBAU,SP- Seketaris Daerah (Sekda) Kapuas Hulu, Ir. H. Muhammad Sukri, membuka kegiatan pencanangan desa model menuju pengembangan kawasan peternakan sapi bali, di Dusun Teluk Saka, Desa Joki Hulu, Kecamatan Jongkong, Rabu (29/8) kemarin.

Kabid, Peternakan, di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, Maryatiningsih, menerangkan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mendukung program nasional Upsus Siwab sapi indukan wajib bunting.

 "Rangkaian kegiatan itu teridiridari pelatihan desa model pengembangan peternakan, penyerahan/ pembagian kartu ternak kepada para peternak dan pelayanan terpadu peternakan berupa kawin suntik/IB," jelasnya, Jumat (31/8).

Maryatiningsih menambahkan, selain itu, dilakukan juga pemeriksaan kebuntingan/ PKB serta pemeriksaan kesehatan ternak secara massal kepada 345 ekor sapi jenis bali.

 "Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementan RI, Kadis peternakan dan hewan Kalbar, Kepala Balai Veterinir Banjar Baru Kalsel, Balai Penelitian dan Teknologi Pertanian Kalbar, serta sejumlah pejabat penting lainnya baik dari daerah, provinsi maupun pusat," tuturnya.

Sementara itu, Sekda Kapuas Hulu Ir, H. Muhammad Sukri, menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam upaya menuju swasembada daging, dimana ditargetkan secara nasional Indonesia akan mampu swasembada daging pada 2045 mendatang.

 "Peternak sapi di Jongkong itu terbilang sudah berhasil, dimana dari 30 ekor sapi bantuan yang diberikan pemerintah pada 2002 lalu, kini telah bertambah jumlahnya menjadi 608 ekor sapi," terang Sukri.

Sapi tersebut, kata Sekda sampai saat ini sudah digulirkan kepada empat kelompok peternak sapi yang ada diwilayah tersebut. Dampak dari peternakan sapi tersebut saat ini sudah mampu mendongkrak pendapatan perekonomian masyarakat setempat.

 "Dari hasil peternakan sapi itu mereka gunakan untuk menyekolahkan anak dan memenuhi kebutuhan hidup," Ungkapnya.

 Sukri menerangkan, untuk ketersedian sapi lokal di Bumi Uncak Kapuas saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kapuas Hulu.

 "Satu tahun kita mampu memproduksi daging sapi sebanyak 138 ton, sementara kebutuhan kita hanya 134 ton/tahun," Ungkap Sukri.

 Diakui Sekda, harga daging sapi di Kapuas Hulu saat ini masih terbilang mahal, untuk itu, kedepan harga daging sapi tersebut harus diatur agar tidak dijual dengan harga yang terlalu tinggi. (sap).