Jumat, 06 Desember 2019


Butuh Kerja Lintas Sektor, Bangun Pariwisata Kalbar

Editor:

Angga Haksoro

    |     Pembaca: 601
Butuh Kerja Lintas Sektor, Bangun Pariwisata Kalbar

Air terjun Sarai Berunyau, Kapuas Hulu

Putussibau, SP – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (DKOP) Kab Kapuas Hulu meminta warga memahami syarat suatu desa ditetapkan sebagai desa wisata. Kelayakan jalan dan adanya fasilitas umum menjadi syarat dasar suatu desa layak disebut desa wisata.  

Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, DKOP Kabupaten Kapuas Hulu Junaidi mengatakan, pihaknya tidak dapat serta merta menetapkan suatu desa sebagai desa wisata.  

“Mereka itu (warga desa), belum paham betul tentang kepariwisataan. Selain memiliki potensi wisata, mereka juga harus melihat akses transportasi apakah sudah memadai atau tidak,” kata Junaidi.

Menurut Junaidi, infrastruktur jalan sangat mempengaruhi kesuksesan desa wisata. “Sementara untuk membangun ifrastruktur, kami tidak memiliki kewenangan.”  

Jika infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan sudah terbangun, akan sangat mudah dalam mengelola tempat pariwisata. “Intinya pariwisata ini tidak bisa jalan sendiri. Membutuhkan peran serta semua pihak.”  

Kepala Dinas Kepemudaan dan Pariwisata Kapuas Hulu, Antonius mengatakan, keinginan masyarakat untuk menjadikan desanya sebagai desa pariwisata sangat tinggi.  “Hampir setiap minggu ada pihak desa yang datang meminta desanya dijadikan desa wisata,” katanya.  

Warga belum memahami harus ada keunikan agar daerah wisata dikunjungi banyak orang. “Memberikan pencerahan kepada masyarakat itu sangat berat. Kendala kita dalam membangun pariwisata selama ini karena SDM dan pendanaan yang minim,” kata Antonius. (sap)