32 Pasangan Tidak Mampu Mengikuti Sidang Isbat KUA

Kapuas Hulu

Editor Angga Haksoro Dibaca : 256

32 Pasangan Tidak Mampu Mengikuti Sidang Isbat KUA
Putussibau, SP - Majelis Perempuan Melayu Kapuas Hulu bekerja sama dengan Pengadilan Agama Putussibau, melaksanakan bakti sosial layanan isbat nikah, penerbitan buku nikah, kartu keluarga, dan akta kelahiran.  

Acara yang juga didukung Kementerian Agama dan Dina Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kapuas Hulu ini diadakan di Gedung Majelis Adat Budaya Melayu, Selasa (13/11).  

Ketua Panitia, Lisma Roliza menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program perempuan Melayu Kapuas Hulu. Isbat nikah memfasilitasi pasangan menikah yang belum mencatatkan pernikahan di Kantor Urusan Agama.  

“Tujuan kegiatan ini membantu keluarga yang mengalami kendala sosial dalam kepengurusan administrasi pernikahan serta mendung program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat,” kata Lisma Roliza.  

Ketua Umum Perempuan Melayu Kapuas Hulu, Ana Mariana menerangkan, kegiatan ini sebagai upaya membantu warga kurang mampu dalam mendapatkan haknya dalam pernikahan. “Selama ini banyak pernikahan belum tercatat di KUA, akibatnya mereka tidak memiliki buku nikah,” ujar Ana Mariana.  

Lanjut Ana, dengan tidak memiliki buku nikah mereka kesulitan untuk mengurus dokumen lain yang dibutuhkan seperti KTP, kartu keluarga, akta lahir dan lainnya. “Dokumen ini sangat penting untuk anak-anak mereka nantinya dalam menempuh pendidikan.”  

Sebanyak 32 pasang mengikuti isbat nikah. Mereka berasal dari beberapa kecamatan seperti Bunut Hulu, Kalis, Hulu Gurung, Putussibau Selatan dan Putussibau Utara.  

“Sebenarnya banyak yang akan mengikuti isbat nikah ini, namun karena anggaran terbatas kami tidak bisa mengakomodir semuanya,” terangnya.  

Ketua Pengadilan Agama Putussibau, H Mursid mengapresiasi kegiatan ini. Semula pihaknya tidak menduga kegiatan ini dapat terlaksana dengan meriah. “Dari dulu kami mendorong sidang isbat dilaksanakan, hanya saja dulu saya belum jadi ketua sehingga tidak bisa mengambil kebijakan,” tuturnya.  

Pihaknya, berharap tahun depan pasangan yang mengikuti kegiatan ini lebih banyak dan sukses lagi. “Isbat nikah artinya menetapkan pernihakan. Dalam sidang isbat nantinya akan memeriksa pernikahan yang sudah berlangsung namun belum tercatat, Apakah pernikahan terdahulu sudah terpenuhi belum syarat rukunnya,” kata H Mursid.  

Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir menyampaikan, masyarakat yang tidak mampu akan sangat terbantu melalui kegiatan ini. “Administrasi terkait status itu harus diperjelas secara kenegaraan untuk mempermudah kepengurusan administrasi yang lain,” ujar Bupati. (sap)