Kamis, 24 Oktober 2019


Pelanggaran Terbanyak Kampanye Tanpa Pemberitahuan

Editor:

Angga Haksoro

    |     Pembaca: 277
Pelanggaran Terbanyak Kampanye Tanpa Pemberitahuan

Putussibau, SP – Bawaslu Kapuas Hulu memproses sejumlah dugaan pelanggaran kampanye. Indikasi pelangggaran tersebut seperti kampanye tidak mengantongi surat tanda terima pemberitahuan (STTP) dan kampanye di luar jadwal.  

“Selain itu, kita juga sudah memanggil beberapa kepala desa (Kades) yang terlibat politik praktis,” kata Ketua Bawaslu Kapuas Hulu, Mustaan, Selasa (20/11).  

Menurut Mustaan, sudah ada dua kepala desa (Kades) yang dipanggil melalui Panitia Pengawas Kecamatan untuk diklarifikasi. Namun yang bersangkutan sampai saat ini masih belum mengakui.  

“Kami masih mengumpulkan bukti-bukti. Selain itu ada juga dewan aktif (anggota DPRD) yang dilaporkan ke Bawaslu karena terindikasi membagi sesuatu kepada masyarakat. Namun setelah dilakukan penelitian, tidak terbukti,” katanya.  

Pelanggaran terbanyak adalah melakukan kampanye tanpa surat pemberitahuan. “Ini dikarenakan mereka belum mengerti mengurus STTP. Peran aktif KPU dan kepolisian sangat diperlukan dalam mensosialiasikan hal itu.”  

Mekanisme kampanye tatap muka kata Mustaan, harus melalui pengajuan pemberitahuan ke Polres. Selanjutnya Polres mengeluarkan STTP yang ditembuskan ke Bawaslu.  

“Mereka langsung kampanye tatap muka tanpa melengkapi STTP. Dalam melaksanakan tugas kita lebih mengedepankan pencegahan, namun bila mereka masih mengulanginya akan kami ambil tindakan tegas,” paparnya.  

Selain melakukan sosialisasi, Bawaslu juga memiliki program masyarakat adat mengawasi. Pihaknya juga menyampaikan aturan kepada partai politik melalui pesan Whatshapp.  

“Perlu diketahui, tugas Bawaslu itu melakukan sosialisasi, pengawasan, pencegahan, penindakan, dan penyelesaian,” kata Mustaan. (sap)