TNI Pamtas Gagalkan Penyelundupan 4,5 Ton Batu Antimoni

Kapuas Hulu

Editor Angga Haksoro Dibaca : 328

TNI Pamtas Gagalkan Penyelundupan 4,5 Ton Batu Antimoni
Putussibau, SP – Tim Gabungan TNI Pamtas dan Polsek Badau, Kapuas Hulu menggagalkan penyelundupan batu jenis antimoni ke Malaysia, Rabu (28/11). Petugas menangkap para penyelundup di jalan tidak resmi di Desa Sebindang, Kecamatan Badau.  

Komandan Batalyon Satgas Pamtas Yonif 320/BP, Letkol Inf Imam Wicaksana menyampaikan, batu jenis antimoni seberat 4,5 ton tersebut diangkut menggunakan dump truk dari Riam Menggelai, Kecamatan Boyan Tanjung menunju Putussibau.  

Batuan tersebut rencananya akan diselundupkan ke Malaysia. “Kendaraan dan sopir bernama Rinda Yudi (24 tahun) telah diamankan dalam patroli bersama di jalan tidak resmi untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” kata Letkol Imam Wicaksana.  

Sopir diperintahkan membawa batu antimoni dari Boyan Tanjung ke Putussibau dengan upah Rp 600 ribu.

Kepala Subdit ESDM, Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Rendy Jaya Laksamana mengatakan, berdasarkan UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, pertambangan harus mendapat izin pemerintah pusat dan provinsi.   “Untuk itu hal ini harus menjadi perhatian serius dari Dinas ESDM Provinsi,” kata Rendy Jaya.  

Pertambangan ilegal harus disikapi serius agar tidak ada lagi masyarakat yang melakukan aktivitas tersebut. Selain itu, masyarakat juga harus diberikan pembinaan agar tidak melakukan pertambangan ilegal.  

“Persoalan tambang ini sangat erat kaitannya dengan kebutuhan ekonomi masyarakat. Saya berharap ada kemudahan masyarakat dalam mengurus izin,” ujar Rendy.  

Dia berharap jangan sampai masyarakat terjebak dalam masalahh hukum karena tidak memiliki izin pertambangan. Selain itu, jika pertambangan resmi dapat memberi keuntungan bagi pendapatan asli daerah (PAD).  

Kapendam XII/ Tanjungpura, Satgas Pamtas Yonif 320/BP, Pos Pamtas Mentari, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe mengatakan harga batu antimoni saat ini berada di kisaran US$ 50 per kilogram.  

Potensi kerugian negara akibat penyelundupan ini diperkirakan mencapai US$ 225 ribu. “Kegunaan batu antimoni untuk membuat senjata ringan dan tracker bulllets (peluru penjejak), detektor infra merah, dioda dan peralatan hall-effect,” kata Kolonel Inf Aulia Fahmi. (sap).