Berikut Penjelasan Pemkab Kapuas Hulu Soal Kondisi Jalan Dusun Tanjung Harapan

Kapuas Hulu

Editor Admin Dibaca : 177

Berikut Penjelasan Pemkab Kapuas Hulu Soal Kondisi Jalan Dusun Tanjung Harapan
WARGA SAKIT - Sejumlah warga Dusun Tanjung Harapan (Predit), Desa Mubung, Kecamatan Hulu Gurung gotong royong memikul kerabatnya yang sakit untuk dibawa berobat.
PUTUSSIBAU, SP - Kepala Bidang Fisik Prasarana dan Pengembangan Wilayah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kapuas Hulu, Budi Prasetyo mengakui, bahwa jalan darat penghubung Dusun Tanjung Harapan (Predit) ke Desa Mubung Kecamatan Hulu Gurung sulit diakses. 

"Sulit untuk menuju wilayah tersebut.  Apalagi wilayah itu masuk dalam kawasan hutan produksi terbatas," terangnya, Rabu (2/1).

Sebelumnya, kondisi jalan darat penghubung dari Dusun Tanjung Harapan (Predit) ke Desa Mubung Kecamatan Hulu Gurung, yang tidak layak dilalui pengendara sempat hangat diperbincangkan di Media Sosial (Medsos) Faceebook.

Foto dan narasi kondisi jalan darat tersebut sempat dibagikan di akun Facebook Info Kalimantan Barat dan sudah dibagikan lebih dari 90 kali.

Budi mengatakan, untuk membangun infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan di wilayah tersebut, harus terlebih dahulu mengurus izin pinjam pakai kawasan hutan ke kementerian terkait.

"Kami telah mengusulkan untuk semua infrastruktur jalan dikeluarkan dari kawasan hutan, melalui program penyelesaian penguasaaan tanah dalam kawasan hutan tahun 2018," terangnya.

Budi berharap usuluan tersebut pada tahun ini dapat segera disetujui oleh pemerintah pusat. Diakuinya, dusun tersebut selama ini merupakan dusun yang terisolir di Kecamatan Hulu Gurung.

"Hanya bisa ditempuh dengan sepeda motor. Kondisi jalannya memang sangat rusak parah," terangnya.

Selain itu, juga terdapat jembatan gantung yang tidak bisa dilintasi oleh kendaraan roda empat.

"Terkait pembangunan jalannya, itu 1aaa kewenangan dari Dinas Penataan Ruang dan Cipta Karya Kapuas Hulu," terangnya.

Dusun Tanjung Harapan, dijelaskan Budi, dihuni oleh sekitar 35 Kepala Keluarga (KK). Jalan Desa tersebut dari mulai dibuka sampai saat ini belum pernah dilakukan peningkatan.

"Makanya wajar, jika kondisi jalan disana saat ini rusak parah dan susah dilalui," tuturnya. (sap)