Kamis, 21 November 2019


Pemkab Kapuas Hulu Bangun Barau Atasi Abrasi

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 236
Pemkab Kapuas Hulu Bangun Barau Atasi Abrasi

TEBING - Sebuah tebing di pinggiran daerah aliran sungai di wilayah Kapuas Hulu. Pemkab membangun tebing-tebing yang berpotensi runtuh di sekitar pinggir sungai. (Ist)

PUTUSSIBAU, SP - Pemerintah Daerah (Pemda) Kapuas Hulu terus berupaya mengatasi abrasi di sejumlah kecamatan di Bumi Uncak Kapuas. Caranya dengan membangun barau di berbagai pinggiran sungai yang berpotensi abrasi.

Sekda Kapuas Hulu, Muhammad Sukri menyampaikan, pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin dalam mengatasi abrasi.

"Mengatasi abrasi ini terbilang sulit, sebab terjangan sungai waktu banjir sangat deras," ucapnya, Rabu (2/1).  

Dikatakan Sekda, Pemkab Kapuas Hulu telah menggelontorkan beberapa miliar dana untuk mengatasi masalah abrasi. Untuk mengatasi abrasi ini, salah satu solusinya adalah memotong arus sungai ke anak-anak sungai terdekat. Dengan demikian, terjangan air tidak terlalu deras.  

Belum lama ini, di desa Sepan Padang, Kecamatan Kalis ada masalah abrasi. Pihaknya mengusahakan dipotong, tidak membangun konstruksi.   

"Kalau ada yang bisa dipotong, kita minta dipotong seperti di Sepan Padang itu. Kalau bangun konstruksi lagi tidak bisa, faktor alam sulit melawannya," tuturnya.  

Sukri menjelaskan, cara memotong sungai sudah dilakukan di Kecamatan Metebah, hasilnya masalah abrasinya sudah selesai. Kalau tidak dipotong ke anak sungai, ada banyak pemukiman warga yang kena dampaknya.  

Untuk itu, Sekda berkeyakinan, cara ini bisa diterapkan di Martinus. Untuk Martinus pembuatan pintasan sungai cukup jauh, sekitar 300 meter.  

"Kita buat pintasan menggunakan alat berat bukan tenaga manusia. Kecuali di sekitaran alur Sungai Kapuas sulit mengatasi abrasi, karena tidak ada anak sungai untuk pintasan alur Sungai Kapuas," terangnya.  

Seperti di daerah Sungai Uluk, konstruksi sudah bagus namun tetap ambruk juga. Abrasi tebing sungai menjadi ancaman sendiri bagi masyarakat di Kapuas Hulu.  Sebab, banyak pemukiman warga di sekitar pesisir sungai.  

Selama ini, permasalahan abrasi terjadi di beberapa kecamatan. Diantaranya di Kampung Prajurit, Kecamatan Putussibau Utara. Desa Kara'am-Banyu, Kecamatan Embaloh Hulu. Desa Nanga Danau, Kecamatan Kalis. Desa Sayut dan Desa Sungai Uluk di Kecamatan Putussibau Selatan, Kecamatan Mentebah. (sap/lis)