Kamis, 05 Desember 2019


Kasus Perkosaan Anak di Bawah Umur, Warga Diminta Percayakan Penanganan ke Polisi

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 205
Kasus Perkosaan Anak di Bawah Umur, Warga Diminta Percayakan Penanganan ke Polisi

Kepala Dikbud Kabupaten Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi

SP - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi, berharap proses hukum terkait kasus pencabulan terhadap pelajar di bawah umur yang ditangani Polsek Putussibau Selatan, dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Mengingat korban merupakan anak di bawah umur," katanya, Rabu (16/1).

Dirinya prihatin atas kejadian tersebut, dan berharap peristiwa itu tidak terulang kembali. Permasalahan ini harus menjadi perhatian serius dari semua pihak, bukan hanya Dunia pendidikan saja, melainkan seluruh pihak terkait.

"Pendidikan karakter menjadi sangat penting diberikan kepada pelajar," terangnya.

Selain itu, pelajar juga harus dididik untuk menghargai orang lain, tidak hanya itu penanaman nilai nilai keagamaan, juga harus terus diberikan agar anak mampu membentengi diri dari perbuatan tidak terpuji.

Sementara, Ketua Ikatan Pena Peduli Sosial Budaya (IP2SB), Sahirul Hakim  berharap, kejadian serupa tidak terulang kembali. 

"Hal itu tidak sepantasnya dilakukan, apalagi korbanya masih di bawah umur," ujarnya.

Permasalahan tersebut harus menjadi perhatian semua pihak. Ia menduga, terjadinya tindakan tidak terpuji tersebut, akibat dari pengaruh kemajuan teknologi yang salah pemanfaatannya.

"Mereka belajar dari tontonan yang mereka akses di internet, harusnya dalam menggunakan smartphone mereka harus diawasi," katanya.

Peran serta guru, lingkungan dan keluarga sangat penting dalam memberikan bimbingan terhadap generasi muda. "Agar mereka tidak terjerumus ke dalam bentuk-bentuk kenakalan remaja," ujarnya.

Diharapkan, proses hukum terhadap kasus tersebut harus berjalan dengan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. "Percayakanlah kasus itu kepada pihak kepolisian, karena kita adalah negara hukum, maka harus diselesaikan secara," ungkapnya. (syapari/lis)