Tengkawang di Kapuas Hulu Melimpah, Tapi Minim Pembeli

Kapuas Hulu

Editor Admin Dibaca : 8805

Tengkawang di Kapuas Hulu Melimpah, Tapi Minim Pembeli
Buah tengkawang
PUTUSSIBAU,SP - Tengkawang di Kapuas Hulu tengah panen, namun sayang warga kesulitan menjual karena minim pengepul.

Andreas, Warga Kedamin Darat, Putussibau Selatan, misalnya, menurut dia, tengkawang merupakan buah musiman yang berbuah sekitar tiga tahun sekali.

"Dalam satu pohon biasanya mampu memproduksi buah tengkawang sebanyak 500 Kg sampai 1 ton," terangnya, Rabu (6/2).

Pohon tengkawang ini awalnya merupakan tanaman hutan, namun oleh masyarakat dikembangkan untuk sektor perkebunan.

"Untuk pohon tengkawang ini sangat besar, biasanya berdiameter sampai 150 cm dengan tinggi di atas sepuluh meter, batang tersebut juga biasanya digunakan untuk batang lanting apung di sungai,"jelasnya.

Petani tengkawang lainnya, Yosep menyampaikan, dulu harga tengkawang dibeli dengan harga di bawah Rp10 ribu rupiah/ Kg, namun saat ini hanya dibeli seharga Rp1.500/Kg.

"Saat ini buah berlimpah sementara pembeli minim, kami kesulitan sebab khawatir buahnya akan busuk," terangnya.

Untuk pengolahan tengkawang, biasanya setelah jatuh dari pohon langsung dilakukan pengasapan agar buahnya dapat bertahan lama.

"Setelah diasap biasanya tahan 2-3 bulanan," terangnya.

Pengepul tengkawang Sungai Uluk, Kecamatan Putussibau Selatan, Yohanes Yak menyampaikan, dirinya mengepul tengkawang masyarakat seharga Rp1.500/Kg.

"Saya membatasi pembelian hanya 10 ton saja,"terangnya.

Lanjutnya, tengkawang tersebut bukan untuk diperjualbelikan kembali melainkan dijadikan untuk pakan ikan konsumsi seperti ikan patin, nila dan sebagainya. (sap)