Minggu, 22 September 2019


Milad HMI ke 72, Kahmi Kapuas Hulu Santuni Anak Yatim

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 625
Milad HMI ke 72, Kahmi Kapuas Hulu Santuni Anak Yatim

Kahmi Kapuas Hulu gelar acara berbagi bersama anak yatim

PUTUSSIBAU, SP - Milad Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-72, Kahmi Kapuas Hulu menggelar kegiatan berbagi bersama anak yatim di Jalan Iskandar Muda, Putussibau, Minggu (10/2).

Ketua penyelenggara, Efi Fitriani, menyampaikan, saat ini usia HMI sudah tidak muda lagi, semoga dengan kehadiran HMI dan Kahmi dapat berkontribusi nyata di berbagai bidang maupun di masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu.

"Kami siap bersinergi dengan pihak manapun agar terwujudnya masyarakat adil dan makmur," terangnya.

Persidium majelis Kahmi Kapuas Hulu, Solihin, menyampaikan, keberadaan Kahmi di Kapuas Hulu sudah sekitar 3 tahun, sebelumnya Kahmi memang sempat vakum.

"Alhamdulillah sekarang sudah aktif kembali kepengurusannya," jelasnya.

Lanjutnya, kegiatan ini merupakan peringatan MILAD HMI yang Ke-72. Berdasarkan sejarah HMI Lahir tahun 1947 atau 2 tahun setelah kemerdekaan Republik Indonesia yang bertepatan dengan lahirnya pendiri HMI, Prof Lapran Pane.

"Kegiatan hari ini sangat tepat dengan tipikal pendiri HMI yaitu budaya berbagi dengan umat," tuturnya.

Ia berharap kegiatan ini harus terus berlanjut, sehingga kedepan dapat mendukung pembangunan daerah kabupaten Kapuas Hulu.

"Selanjutnya menindak lanjuti surat edaran Kahmi Nasional bahwa posisi Kahmi tetap Independen tidak pernah menyatakan deklarasi ke pasangan calon presiden manapun, artinya posisi Kahmi tetap netral," tegasnya.

Sementara itu, Penasehat Kahmi, Muhammad Sukri, menjelaskan, dirinya dulunya merupakan anggota HMI Yogyakarta saat kuliah di UII, satu angkatan dengan Mahfud MD.

"Anak HMI harus kritis ketika terjadi ketidakbenaran yang terjadi di masyarakat melalui kebijakan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah," tegasnya.

Mereka harus mampu meningkatkan harkat dan martabat masyarakat. Selain itu, HMI harus hadir menyuarakan dan memberi solusi kepada pemerintah dan masyarakat.

"Kehadiran Kahmi di kapuas hulu harus mampu menciptakan regenerasi untuk HMI di Kapuas Hulu," pintanya.

HMI bukan untuk hidup sendiri melainkan harus bersikap peduli terhadap orang lain. (sap)