Surat Diduga Larangan Kratom Beredar, Petani Kapuas Hulu Resah

Kapuas Hulu

Editor Admin Dibaca : 1206

Surat Diduga Larangan Kratom Beredar, Petani Kapuas Hulu Resah
Kratom
PUTUSSIBAU, SP - Petani kratom di Kapuas Hulu resah dengan beredarnya surat imbauan pelarangan penggunan mitragyna speciosa (kratom) yang dikeluarkan oleh Pengusaha Kratom Indonesia. Mereka meminta kepastian hukum kepada pemerintah.

Petani kratom Putussibau, Hadi menyampaikan, surat imbauan pelarangan tersebut sudah beredar luas di media sosial.

"Kami sebagai petani kratom merasa resah atas beredarnya surat itu, kami takutnya informasinya hoax," katanya Selasa (5/3).

Lanjutnya, jika sudah ada kepastian hukum maka masyarakat akan tenang dalam berusaha dan bertani kratom.

"Sekarang saya sedang menanam pohon kratom di lahan baru dengan adanya surat imbauan itu saya terpksa menunda dulu penanamannya," ungkap dia.

Petani lainnya, Rusdi menyampaikan, saat ini sebagian besar masyarakat Kapuas Hulu berprofesi sebagai petani kratom, untuk itu, terkait surat itu harus ada keterangan resmi dari kepolisian.

"Kita butuh kepastian surat itu asli atau tidak, kemudian sejauh ini sudah ada belum aturan hukum yang melarang usaha kratom," ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu, Iptu Siko menyampaikan, pihaknya saat ini sedang melakukan pengecekkan apakah surat tersebut benar atau hoaks.

"Sejauh ini kami belum mendapat perintah dari Mabes atau Polda terkait hal itu," ucapnya. (sap)