Pembangunan Masjid Al-Hikmah di Nanga Badau

Kapuas Hulu

Editor Kiwi Dibaca : 139

Pembangunan Masjid Al-Hikmah di Nanga Badau
Dibangun - Pemda Kapuas Hulu membangun Masjid Al-Hikmah dan peletakan batu pertama, dilakukan oleh Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir di Desa Sebindang, Kecamatan Badau, Jumat (8/3)
Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Al-Hikmah, di Dusun Mentari, Desa Sebindang, Kecamatan Badau, Jumat (8/3).  

Dijelaskan bupati, pembangunan masjid membutuhkan dana sekitar Rp2,7 miliar. Ia menegaskan, masjid merupakan tempat ibadah yang sangat penting, dalam memperkokoh iman demi menatap masa depan lebih baik.  

"Dengan kuatnya iman dan taqwa, kita akan memperoleh kebaikan baik di dunia maupun akhirat," ucapnya.   Sebelum dibangun masjid, di tempat tersebut telah terbangun surau, namun kini telah direnovasi menjadi masjid. Hal ini dikarenakan, saat ini jumlah penduduk yang ada di wilayah ini sudah semakin meningkat.

Dijelaskannya, untuk pembangunan masjid, jika menunggu dana cukup dan baru akan dibangun, dirasakan agak sulit. Namun, jika kekompakan pengurus masjid, tokoh masyarakat dan umat muslim terjalin, semangat dan tekad untuk membangun masjid pasti akan terwujud.  

Setidaknya umat muslim di sekitar Nanga Badau, saat ini sudah menunjukkan semangat dan keseriusan, serta memiliki niat yang kuat. Yakni, menjadi donatur dalam pembangunan masjid tersebut.  

"Pelan tapi pasti pembangunan masjid ini akan mampu mencapai target," terangnya.   Terkait pembangunan tersebut, Pemda tidak menutup mata, akan membantu. Namun tentu saja tidak sepenuhnya. Mengingat dana bantuan dan hibah, tidak setiap tahun bisa untuk satu masjid dan tempat ibadah saja. Hal tersebut ada aturannya.  

Masjid Al-Hikmah terletak di perbatasan, serambinya negara Indonesia. Untuk itu, sudah selayaknya dibangun dengan kokoh dan megah.

"Jika masjid ini indah, bersih dan terjaga dengan baik, bisa berpotensi menjadi salah satu ikon Kota Badau dan menaikkan kunjungan wisata, khususnya wisata rohani," terangnya. (syapari/lis)