Camat Imbau Penambangan Batu Dihentikan

Kapuas Hulu

Editor elgiants Dibaca : 96

Camat Imbau Penambangan Batu Dihentikan
Rawan Longsor Camat Belimbing, Wito Mulyono memperlihatkan daerah Bukit Matok yang bisa mengalami longsor susulan. Dia berharap Pemda Melawi membuat aturan yang bisa mengatasi penambangan ilegal batu di sana. (eko susilo/suara pemred)
Nanga Pinoh, SP – Pasca longsor Bukit Matok, aktivitas penambangan batu sejauh ini terhenti untuk sementara waktu. Namun, larangan penambangan di wilayah Bukit Matok untuk waktu kedepan juga akan diberlakukan.  

Camat Belimbing, Wito Mulyono mengungkapkan, kepemilikan lahan di sekitar kaki Bukit Matok yang kemudian menjadi areal tambang ilegal, sudah berlangsung cukup lama.   

“Tanah ini kemudian diklaim menjadi milik pribadi masyarakat. Beberapa di antaranya dimulai dengan aktivitas berladang,” katanya.  

Wito mengatakan, aktivitas penambangan batu sudah ia sampaikan secara lisan untuk disetop. Hanya untuk larangan resmi perlu ada surat dari bupati langsung, untuk penghentian penambangan batu di seluruh kaki Bukit Matok.  

“Kalau saya tiba-tiba mengeluarkan surat kan juga tidak mungkin. Harus ada dasar saya dan kekuatan hukum untuk pelarangan itu. Tidak mungkin camat berbuat sendiri tanpa adanya dasar,” jelasnya.  

Imbauan penghentian penambangan batu, memiliki alasan yang cukup kuat. Adanya kejadian longsor pada pekan lalu, sebagian besar kaki Bukit Matok sangat rawan terjadinya longsor susulan.  

“Makanya kita minta setop. Jangan lagi digali, karena bisa terjadi longsor susulan,” katanya.   Wito mengungkapkan, akses jalan menuju Desa Nanga Belimbing sudah kembali terbuka.

Saat ini kendaraan sudah bisa keluar masuk dari arah Desa Pemuar hingga ke dalam wilayah Keninjal atau Desa Nanga Belimbing.   “Kerja keras pemerintah untuk membuka akses jalan ini sedikit demi sedikit sudah menampakkan hasil. Tinggal bagaimana mengantisipasi langkah kedepan sehingga kejadian ini tak kembali berulang,” katanya.  

Camat Belimbing, Wito Mulyono “Kalau saya tiba-tiba mengeluarkan surat kan juga tidak mungkin. Harus ada dasar saya dan kekuatan hukum untuk pelarangan itu. Tidak mungkin camat berbuat sendiri tanpa adanya dasar,”

Sudah Dipasang Tanda


Kasi Rehab BPBD Melawi, Budiman ikut menambahkan, pihaknya sudah memasang tanda atau peringatan di sekitar Bukit Matok, khususnya pada sepanjang ruas jalan nasional. Peringatan ini diberikan karena selain rawan longsor, ruas jalan tersebut juga licin bila dilintasi saat hujan turun.    Peringatan ini agar pengendara waspada, saat melintas di bawah Bukit Matok.   

“Kita juga sudah mempersiapkan sejumlah antisipasi bila terjadi lagi longsor. Tapi tentu kita berharap, hal ini tidak lagi terjadi,” ucapnya. (eko/lis)