Kapuas Hulu Kekurangan Tenaga Guru

Kapuas Hulu

Editor elgiants Dibaca : 128

Kapuas Hulu Kekurangan Tenaga Guru
USULAN - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu mengusulkan ke Pemerintah Pusat (Pempus) supaya tidak ada moratorium penerimaan PNS khusus untuk tenaga guru. usulan tersebut langsung disampaikan pihaknya ke Kementerian Pendidikan RI di Jakarta.
PUTUSSIBAU, SP - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi menyampaikan, pihaknya telah mengusulkan ke Pemerintah Pusat (Pempus) supaya tidak ada moratorium penerimaan PNS khusus untuk tenaga guru.

"Kami mengajukan itu, dikarenakan setiap tahunnya selalu ada guru yang pensiun, meninggal, bermasalah, pindah, dan sebagainya," jelasnya.
Ia melanjutkan, terkait usulan tersebut langsung disampaikan pihaknya ke Kementerian Pendidikan RI di Jakarta, saat pertemuan nasional Dinas Pendidikan dan Kebudayaan se-Indonesia.

"Kami merasa bersyukur 2019 ini ada penambahan PNS guru, yakni sebanyak 124 orang, di mana 23 orang tersebut merupakan guru kontrak," ucapnya.
Dijelaskan Petrus, persoalan yang dihadapi saat ini adalah guru kontrak yang sudah menjadi PNS, tidak lagi bertugas di tempat tugas sebelumnya, melainkan mengajar di sekolah yang baru.

"Artinya, tempat sebelumnya dia mengajar terjadi kekurangan guru, untuk masalah ini harus dicarikan solusinya," tuturnya.
Saat ini, ditegaskannya, Kapuas Hulu masih banyak mengalami kekurangan tenaga guru, ini akan berdampak terhadap kualitas pendidikan di Bumi Uncak Kapuas.

"Pendidikan sangat penting, maju mundurnya suatu daerah ditentukan dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)-nya," terangnya.

Petrus juga meminta kepada para guru menjaga sikap agar berwibawa di hadapan siswanya, sehingga mampu memberikan contoh dan teladan.
"Selain itu, juga guru jangan semata-mata mengejar tunjangan sehingga melupakan tugas pokoknya," katanya. (sap/lha)

Perhatian Serius Semua Pihak

Anggota DPRD Kapuas Hulu, Fabianus Kasim menyampaikan, dunia pendidikan di Bumi Uncak Kapuas harus menjadi perhatian serius dari semua pihak.
"Guru harus bersyukur diterima menjadi PNS, sebab masih banyak orang yang ingin berada di posisi mereka, namun masih belum kesampaian," katanya.
Guru sebagai abdi negara harus fokus menjalankan tugas dan fungsinya sehingga mereka mampu mencetak generasi emas Kapuas Hulu yang cerdas dan bermoral.

"Nilai-nilai yang mereka tanamkan kepada anak akan mempengaruhi karakter anak ke depan," terangnya.

Saat ini, dengan maju dan pesatnya perkembangan zaman, tantangan guru sangat berat dalam mendidik dan membimbing anak didiknya.
"Guru harus berani tegas dan jangan ragu dalam mengambil tindakan yang dianggap benar," tegasnya.

Kasim melanjutkan, hubungan guru dan murid juga harus baik, namun ada batasan-batasan dan etika serta norma yang harus dijaga. (sap/lha)