Pj Sekda Minta Penataan Pasar Diperbaiki

Kapuas Hulu

Editor elgiants Dibaca : 52

Pj Sekda Minta Penataan Pasar Diperbaiki
MENINJAU - Pj Sekda Kapuas Hulu, H. Sarbani, meninjau stok barang kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional dan modern yang ada di wilayah Putussibau, kemarin.
PUTUSSIBAU,SP - Pj Sekda Kapuas Hulu, H. Sarbani, meninjau stok barang kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional dan modern yang ada di wilayah Putussibau, kemarin.

Hasil dari tinjauan tersebut, Dijelaskan Sarbani, harus dilakukan percepatan penyelesaian pembangunan pasar pagi Putussibau, sehingga tidak ada lagi penjual yang berjualan di sisi jalan pasar.

"Penataan pasar perlu diperbaiki sehingga tugas dan pengawasan Disperindag perlu ditingkatkan," tuturnya.

Selanjutnya, pendataan para pedagang sangat penting dilakukan sehingga mudah untuk penataan pedagang di lokasi pasar pagi yang baru dibangun.

"Aturan bagi para pedagang di pasar pagi perlu dibuat dan ditegakkan," ucapnya.

Dijelaskan Sarbani, solusi terbaik untuk penataan para pedagang masih terus dicarikan pemerintah agar tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan.

Sementara itu, sejumlah pembeli di Putussibau mengeluhkan daging ayam dan sapi yang sudah mengalami kenaikan selama beberapa waktu terakhir. 

Surtini, salah satu pembeli, menjelaskan, saat ini harga daging ayam bersih sudah mencapai Rp50 ribu per kilogramnya.

"Naik dari sebelumnya, yakni hanya berkisar antara Rp35-40 ribu per kilogramnya," terangnya.

Kenaikan ini berimbas kepada daya beli masyarakat, di mana banyak warga yang mengurungkan niatnya untuk membeli daging lantaran harganya yang sudah mengalami kenaikan.

"Banyak juga ibu-ibu yang hendak membeli daging tiba-tiba tidak jadi karena harganya yang sudah tinggi," tuturnya.

Apalagi mengingat saat ini, perekonomian masyarakat sedang sulit, sementara barang kebutuhan sehari-hari selalu mengalami kenaikan.

"Kita berharap ada upaya dari Pemda untuk menstabilkan harga sehingga gizi masyarakat terpenuhi," harapnya.

Untuk harga daging sapi saat ini, dijual seharga Rp170 ribu per kilogram. Sementara di hari biasa, hanya dijual di kisaran harga Rp150-160 ribu per kilogramnya. (sap/lha)