Selasa, 24 September 2019


Nasir Minta Masyarakat Lestarikan Peninggalan Sejarah

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 121
Nasir Minta Masyarakat Lestarikan Peninggalan Sejarah

NANGA BUNUT - Potret Nanga Bunut, Kecamatan Bunut Hilir yang dikenal sebagai Bumi Ulak Mahkota Raja, dari udara. Ist

Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad NasirĀ  menyampaikan bahwa Nanga Bunut, Kecamatan Bunut Hilir, dulunya memiliki kerajaan. Di mana, secara geografis letaknya juga strategis, khususnya saat masyarakat masih mengandalkan transportasi air.

"Peninggalan-peninggalan kerajaan ini sudah mulai punah seiring berjalannya waktu," katanya.

Agar Kerajan Bunut tidak hanya tinggal cerita di masa yang mendatang Nasir, meminta agar masyarakat Bunut memiliki kepedulian, yakni dengan selalu melestarikan dan mempertahankan adat istiadat dan peninggalan kerajaan.

"Kebudayaan yang sudah punah harus terus digali dan diwariskan sampai ke anak cucu kelak," pintanya.

Warga Bunut, Bumi Ulak Mahkota Raja juga selama ini terkenal dengan sifat kekeluargaannya, untuk itu, diharapkan dapat selalu meningkatkan persatuan dan kesatuan serta bertoleransi antarumat beragma.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah, mari kita galang persatuan untuk mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan," tuturnya.

Di masanya, Kerajaan Bunut pernah berjaya utamanya sebelum dijajah oleh India dan Belanda. Kejayaan tersebut harus direbut kembali dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal.

"Selama ini, Pemda telah serius dalam memperhatikan pembangunan di Nanga Bunut, seperti pembangunan Jalan Darat Simpang Boyan-Bunut, di mana menelan anggaran yang tidak sedikit. Belum lagi pembangunan yang lainnya seperti Renovasi Masjid Baiturahman serta lain-lainnya," tuturnya.

Selain itu, pada 2019 ini juga dilaksanakan MTQ tingkat Kabupaten Kapuas Hulu ke XXVIII di Bumi Ulak Mahkota Raja.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Kapuas Hulu, Abang Tambul Husien, meminta kepada para tokoh masyarakat yang ada di Bumi Ulak Mahkota Raja agar terus menggali sejarah kerajaan Bunut.

"Termasuk peninggalan kerajaan dan silsilah kerajaan bunut, tanpa terkecualiĀ  raja-raja yang pernah memimpin di Bumi Ulak Mahkota Raja," pintanya belum lama ini.

Selanjutnya, hal-hal yang dianggap penting dan bersifat mendesak agar segera diinventarisasi, kemudian diseminarkan dan selanjutnya diusulkan ke Pemda Kapuas Hulu agar dapat ditindaklanjuti.

"Tidak hanya terkait tentang kerajaan saja, tetapi juga menyangkut tentang pembangunan yang dibutuhkan masyarakat," kata mantan Bupati Kapuas Hulu ini.

Pembukuan sejarah, kata Tambul, menjadi sangat penting agar keberadaan kerajaan Bunut diketahui oleh masyarakat baik lokal, nasional maupun internasional.

"Hal ini nantinya akan menjadi magnet dalam menarik para wisatawan," tuturnya. (sapari/lha)