Dispertanak Menggalakkan Pelatihan Petugas Vaksinator

Kapuas Hulu

Editor elgiants Dibaca : 55

Dispertanak Menggalakkan Pelatihan Petugas Vaksinator
Ilustrasi
Jumlah kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) tertinggi di Kabupaten Kapuas Hulu terjadi pada tahun 2015 lalu, yakni sebanyak 196 kasus.

Kabid Peternakan, di Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Kapuas Hulu, Maryatiningsih menjelaskan, untuk tahun 2016 jumlah kasus mengalami penurunan menjadi 131 kasus.

"Selanjutnya pada 2017, jumlah kasus kembali mengalami peningkatan menjadi 185 kasus. Kemudian untuk tahun 2018 per tanggal 16 Juli 2018, jumlah kasus hanya sebanyak 99 kasus," terangnya.

Terkait kasus-kasus tersebut, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, seperti melaksanakan sosialisasi terutama di Kecamatan Seberuang dan Kecamatan Putussibau Utara.

"Selain itu, kami juga telah melakukan pengambilan sampel dan vaksinasi HPR," tuturnya.

Maryatiningsih menambahkan, pihaknya juga telah melakukan pelatihan petugas vaksinator khusus untuk kecamatan tertular dan terancam, seperti di Kecamatan Seberuang, Silat Hilir, Silat Hulu, Semitau, Empanang, dan Puring Kencana.

"Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, kami bekerja sama dengan Dinas Provinsi dan kegiatan itu dilakukan pada Februari 2018," terangnya.

Selanjutnya, pihaknya juga melakukan koordinasi lintas sektoral terutama dengan Dinas Kesehatan, Camat, dan Kepala Desa terkait dengan langkah-langkah penanganan HPR dan kasus gigitan.

"Untuk kendala yang kami hadapi seperti dana dan SDM yang terbatas, data populasi HPR belum akurat," ungkapnya
Ditambahkannya, dukungan dari aparat desa dan kecamatan juga masih belum optimal, utamanya dalam mobilisasi masyarakat baik dalam sosialisasi maupun vaksinasi. Selain itu, juga masyarakat masih ada yang tidak merespons program vaksinasi.

"Kami juga belum memiliki pos pengawasan lalu lintas, pemeliharaan khusus anjing diliarkan, observasi. GHPR belum optimal, belum dibuatnya Perdes tentang pencegahan rabies," tuturnya. (sapari/lha)