Minggu, 22 September 2019


Angka Lakalantas Turun Drastis

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 88
Angka Lakalantas Turun Drastis

BUAT VIDEO - Peserta apel membuat video pendek penolakan aksi kerusuhan dan kekerasan terkait keputusan sidang PHPU usai pelaksanaan Apel Konsolidasi

PUTUSSIBAU, SP - Kapolres Kapuas hulu dan Kasdim 1206/PSB memimpin Apel Konsolidasi Operasi Ketupat 2019 dan persiapan pengaman sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), di halaman Mapolres Kapuas Hulu, Kamis (13/6). 

Dalam amanat Kapolda Kalbar yang dibacakan oleh Kapolres Kapuas Hulu, Siswo Handoyo, menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan apel itu untuk mengevaluasi kegiatan Operasi Ketupat Kapuas 2019 yang sudah berlangsung mulai Rabu (29/5) dini hari. 

Berdasarkan hasil analisis data dari Biro Operasi Polda Kalbar per tanggal11 Juni 2019, perbandingan Operasi Ketupat Kapuas 2018 dan 2019 untuk empat jenis kejahatan, secara umum telah berhasil menurunkan angka kejahatan dari 111 kasus pada 2018 dapat ditekan menjadi 71 kasus pada 2019. 

"Keberhasilan juga diwujudkan dengan kelancaran arus mudik dan arus balik berkat pola strategi yang tepat dalam manajemen reakayasa lalu lintas serta aspek keselamatan berlalu lintas berupa penurunan angka kecelakaan lalu lintas," ujarnya.
 
Penurunan angka lalu lintas secara nasional mencapai 65 persen, yang semula pada 2018 terjadi kecelakaan lalu lintas sebanyak1.492 kejadian, pada 2019 turun menjadi 529 kejadian.

Ia melanjutkan, untuk Kalimantan Barat, penurunan angka kecelakaan lalu lintas mencapai 50 persen. Di mana pada 2018 jumlah kejadian lakalantas sebanyak 14 kejadian dan di tahun 2019 turun menjadi tujuh kejadian. 

"Menjelang dilaksanakannya sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019, harus kita sikapi bersama dengan mengambil langkah-langkah antisipasi penanggulangan serta kesiapan aspek pengamanan dalam rangka menjaga stabilitas keamanan bangsa dan negara, khususnya di wilayah Kalimantan Barat," tuturnya.

Beberapa langkah yang telah dilakukan terkait persiapan pengamanan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) adalah melakukan pengecekan sarana dan prasarana pendukung kesiapan pengamanan sidang PHPU.

Juga pembentukan dan pelatihan pleton dan kompi Pengendalian Massa (Dalmas) sebanyak 707 personel yang terbagi dalam lima kompi guna pengamanan di kantor KPU, gudang KPU, dan kantor Bawaslu, melakukan deteksi dini dan kegiatan-kegiatan yang populis di titik-titik rawan secara politik dan sosial, serta bersinergi dengan semua stakeholders terkait. 

"Marilah kita bersinergi bersama untuk negara, menjaga Kalbar yang sudah damai dan rukun, Kalbar yang toleran, dan Kalbar yang kondusif, sehingga pembangunan bisa berjalan, program pemerintah bisa terlaksana, dan harapan masyarakat yang menginginkan Kalbar yang maju dan semakin berkibar dapat terwujud," paparnya.

Setelah pelaksanaan Apel Konsolidasi, dilakukan pembuatan video pendek penolakan aksi kerusuhan dan kekerasan terkait keputusan sidang perselisihan hasil pemilihan umum yang diikuti oleh seluruh peserta apel. (sap/lha)

Saatnya Kembali Bersatu

Sejumlah masyarakat mengapresiasi kinerja kepolisian dan TNI dalam melaksanakan Operasi Ketupat yang telah berlangsung. 

"Mereka memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang pulang mudik Lebaran," kata Supri, salah satu warga Putussibau.

Supri melanjutkan, di beberapa titik terlihat polisi melakukan penjagaan guna melayani masyarakat, bahkan di mereka ada yang merayakan Lebaran sambil bertugas.

"Perayaan Lebaran tahun ini, harus diakui berjalan secara aman dan lancar," ujarnya.

Terkait pengamanan sidang PHPU 2019, Nardi, warga Putussibau lainnya meminta semua pihak untuk tidak mudah terprovokasi dan menghormati proses hukum.

"Pemilu sudah usai, saatnya kita merajut kembali persatuan dan kesatuan," pintanya.

Selain itu, ia juga meminta agar pihak-pihak tertentu dapat menciptakan situasi yang aman, damai dan kondusif, serta jangan memprovokasi masyarakat.

"Aman itu mahal dan harus kita jaga. Pesta demokrasi sudah usai, saatnya kita bersatu kembali," ucapnya. (sap/lha)