Kamis, 12 Desember 2019


Terima Penghargaan Kalpataru Kategori Penyelamat Lingkungan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 220
Terima Penghargaan Kalpataru Kategori Penyelamat Lingkungan

PENGHARGAAN - 10 tokoh dan kelompok masyarakat yang telah berjasa dalam merintis, mengabdi, serta menyelamatkan hutan dan lingkungan, menerima Penghargaan Kalpataru 2019 yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ist

Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir, mengapresasi Kelompok  Masyarakat Dayak Iban Manua Sungai Utik karena telah berhasil memperoleh Penghargaan Kalpataru 2019.

Diketahui, Penghargaan Kalpataru merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah atas partisipasi masyarakat, baik individu maupun kelompok dalam mengelola dan melindungi lingkungan dan hutan di tanah air. 

"Mereka dinilai berjasa dalam merintis, mengabdi, menyelamatkan dan membina perlindungan dan pengelolaan lingkungan dan kehutanan," tuturnya.

Sungai Utik sendiri merupakan satu dari 10 tempat yang mendapatkan Penghargaan Kalpataru tahun ini.
"Kalpataru warga kampung Sungai Utik, Desa Batu Lintang, Kecamatan Embaloh Hulu dengan kategori penyelamat lingkungan," katanya.

Bupati dua periode ini mengatakan bahwa penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penganugerahan telah dilakukan pada 11 Juli lalu, saat pembukaan peringatan Hari Lingkungan Hidup di Jakarta.
"Kami datang dengan menggunakan pakaian daerah," ucapnya.

Menurut Nasir, sebagai kabupaten konservasi, warga Bumi Uncak Kapuas diminta untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan, tidak merambah dan membakar hutan.

"Jadikan penghargaan ini sebagai motivasi agar ke depan bisa lebih baik lagi dan tanamkam selalu semangat untuk bersahabat dengan alam," pintanya. 

Raymondus Remang, "pahlawan lingkungan" dari Sungai Utik mengajak masyarakat, terutama generasi muda untuk menjaga lingkungan. 

“Kami mengajak anak muda untuk punya aksi, kemudian mereka dengan sendirinya tertanam dalam jiwa untuk bertanggung jawab dengan lingkungan,” katanya. 

Raymondus mendapat Kalpataru karena telah melawan eksploitasi yang dilakukan perusahaan kayu, pertambangan, dan perkebunan sawit di Desa Batu Lintang, Kecamatan Embaloh Hulu. (syapari/msn/shella)