Kamis, 19 September 2019


Bantu Korban Penelantaran Anak di Putussibau Utara

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 118
Bantu Korban Penelantaran Anak di Putussibau Utara

MEMBANTU - Anggota Sabhara Polres Kapuas Hulu dan anggota Tagana Kapuas Hulu membantu korban Kasus penelantaran anak disertai kekerasan fisik. Korban dibawa ke RSUD Diponegoro Putussibau untuk dirawat.

PUTUSSIBAU, SP - Kasus penelantaran anak disertai kekerasan fisik terjadi di RT III, RW II, Dusun Danau Tuak, Desa Sibau Hulu, Kecamatan Putussibau Utara.

Anggota Sabhara Polres Kapuas Hulu, Aipda Belmi H.Siallagan menyampaikan, Martina Tungkok alias Ingkot merupakan seorang gadis malang yang menderita cacat fisik. Beberapa hari terakhir, Ingkot tidur di bawah kolong rumah warga dan tidak jarang mendapatkan perlakuan kasar dari paman serta bibi korban

"Awalnya saya mendapat  laporan dari warga Sibau bahwa ada penelantaran anak dan tidak jarang mendapatkan tindakan kekerasan fisik dari paman dan bibinya," terangnya, Rabu (7/8).

Ia melanjutkan, pada Selasa (6/8) sekitar pukul 22.00 WIB, setelah melakukan koordinasi dengan baik dan melaporkan kepada pimpinan, dirinya bersama anggota Piket Pungsi Polres Kapuas Hulu dan  anggota Tagana Kapuas Hulu  berangkat menuju Sibau Hulu untuk melihat dan menolong korban.

"Setelah bertemu dan melakukan kordinasi dengan RT setempat, selanjutnya petugas kepolisian bersama anggota Tagana menuju rumah paman dan bibi korban dan bertanya tentang keberadaan Martina Tungkot," tuturnya.

Lalu, petugas menyisir kolong rumah warga dan menemukan korban tertidur di bawah kolong rumah warga dengan keadaan sangat mengenaskan. Martina tidur hanya beralaskan tanah, sekujur tubuh korban mengalami luka lebam.

"Atas dasar kemanusiaan, selanjutnya petugas bersama RT sepakat membawa korban ke RSUD Diponegoro Putussibau untuk dilakukan pengobatan," ungkapnya.

Saat ini, Martina Tungkot sudah mendapatkan pengobatan dan dirawat inap di ruangan Boegenvil kelas III.

Salah satu warga Sibau yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, Martina Tungkot pernah mendapat perlakuan kekerasan fisik dari paman dan bibinya dengan cara memukul dan menendang korban, lalu menelantarkannya.

"Jika warga menegur  terhadap tindakan tersebut, paman dan bibinya marah. Karena tidak tahan melihat hal tersebut berlangsung lama, kami memberanikan diri melapor kepada petugas kepolisian," tuturnya.

Di tempat terpisah, Kasat Sabhara Polres Kapuas Hulu, AKP Slamet Riyadi, mengapreasiasi apa yang sudah dilakukan anggotanya.

"Di samping tugas pokok Sabhara meliputi pengaturan,penjagaan, pengawalan,  juga melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat," ucapnya.

Ia berharap, apa yang sudah dilaksanakan anggotanya di lapangan tersebut dapat bermanfaat dan Martina cepat pulih kesehatannya. (syapari/shella)