Kamis, 19 September 2019


Dinsos Kapuas Hulu Rakor Pembentukan Kabupaten Layak Anak

Editor:

Shella Rimang

    |     Pembaca: 173
Dinsos Kapuas Hulu Rakor Pembentukan Kabupaten Layak Anak

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kapuas Hulu mengadakan Rapat Koordinasi dalam Rangka Pembentukkan Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa (13/8).

PUTUSSIBAU, SP - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kapuas Hulu mengadakan Rapat Koordinasi dalam Rangka Pembentukkan Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Kapuas Hulu.

Kegiatan yang melibatkan gugus tugas yang terdiri dari Dinas Pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Dinas Kesehatan,  Polres,  Kemenag, Perguruan Tinggi, dan dinas terkait lainnya tersebut, dilaksanakan di aula Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, Pengendalian Penduduk dan KB setempat, Selasa (13/8).

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB Kapuas Hulu, Martha Banang menyampaikan, 
KLA adalah kabupaten yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

Sistem itu terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak.

"Melalui rakor ini, kita berupaya di tahun 2020 mendatang terbentuk KLA di Kabupaten Kapuas Hulu," harapnya.

Menurutnya, tujuan KLA secara umum untuk memenuhi dan melindungi anak, sedangkan secara khusus untuk membangun inisiatif Pemerintah Kabupaten yang mengarah pada upaya transformasi konvensi hak anak dari kerangka hukum ke dalam definisi, strategi, dan intervensi pembangunan.

"Dalam bentuk kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan yang ditujukan untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak," sampainya.

Ditegaskannya, KLA sangat penting dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap anak. Apalagi bila melihat, sejauh ini hak anak di Kapuas Hulu belum sepenuhnya terpenuhi.

"Saat ini, di Bumi Uncak Kapuas masih sangat kurang kelompok bermain dan tempat yang layak untuk anak bermain, sehingga sering menimbulkan terjadinya kenakalan terhadap anak, "tuturnya

Anak, kata dia, merupakan investasi SDM. Mereka adalah tongkat estafet penerus masa depan bangsa ke depannya.

Sementara itu, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Kapuas Hulu, Helena mengatakan rakor ini lebih kepada mengumpulkan data pendukung untuk mengajukan KLA ke Kementrian terkait.

"Untuk mewujudkan KLA, ada beberapa indikator yang harus dipenuhi," katanya. (sap)