Minggu, 20 Oktober 2019


Kemenko Polhukam Tinjau Kratom di Kapuas Hulu

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 258
Kemenko Polhukam Tinjau Kratom di Kapuas Hulu

BERDIALOG - Asisten Deputi 1/V Kamtibmas Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia, Brigjen TNI Gamal Haryo Putro dan Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir, berdialong dengan masyarakat petani kratom di Desa Sambus, kecamatan Putussiba

 PUTUSSIBAU, SP - Sejumlah petani kratom di Kapuas Hulu, berharap kunjungan Asisten Deputi I/V Kamtibmas Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI dapat menyuarakan aspirasi petani di tingkat pusat.

Salah satu petani kratom, Sofyan menyampaikan, dengan datangnya perwakilan Kementerian pusat, mereka dapat melihat langsung kondisi masyarakat saat ini yang menggantungkan hidup dari bertani kratom.

"Saat ini, mayoritas masyarakat Kapuas Hulu bertani kratom. Untuk itu, mereka diminta memperjuangkan kratom menjadi legal agar kami tidak resah berusaha," pintanya, Selasa (13/8).

Ia menyarankan agar pihak Kementerian berkeliling Kapuas Hulu dan menanyakan langsung kepada masyarakat, dampak kratom untuk mendongkrak perekonomian saat ini.

"Saat ini, semua mata pencaharian sudah banyak yang dibatasi. Kami orang kecil bingung mau kerja apa lagi," katanya.

Pengusaha Kratom, Hamid dalam dialognya berharap, adanya aturan yang tidak menghentikan secara langsung usaha kratom masyarakat.

"Kasihan juga jika usaha kratom ini dihentikan," ucapnya.

Apalagi, kata dia, selama ini belum ada masyarakat Kapuas Hulu yang tewas karena mengonsumsi kratom.

Asisten Deputi I/V Kamtibmas Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Brigjen TNI Gamal Haryo Putro menyampaikan, dirinya datang ke Kapuas Hulu bukan mengambil keputusan boleh tidaknya budidaya kratom. Nantinya, hasil kunjungan ini akan disampaikan kepada pihak terkait sehingga melahirkan solusi.

"Hasil uji lab BNN, kratom itu berbahaya dan itu sudah disampaikan  ke pemerintah kabupaten atau kota, pada saat rapat di Jakarta," tuturnya. 

Efek dari daun kratom menurutnya, tidak dalam waktu singkat melainkan dalam waktu yang lama.
"BNN minta masyarakat tidak mengolahnya sebab berbahaya," katanya.

Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir - Antonius L. Ain Pamero beserta Forkompinda Kapuas Hulu, ikut serta mendampingi rombongan dari Deputi I/V Kamtibmas Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan ke sejumlah wilayah di Bumi Uncak Kapuas. (sap/lha)