Kamis, 19 September 2019


Anggota Diajakan Jadi Pionir Tanam Nilai Antikejahatan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 93
Anggota Diajakan Jadi Pionir Tanam Nilai Antikejahatan

HARI PRAMUKA - Apel Besar Hari Pramuka ke-58 Kwartir Cabang Kapuas Hulu, di Bumi Perkemahan, Jalan Piere Tandean Putussibau, Rabu (14/8). Ist

Wakil Bupati Kapuas Hulu,  Antonius L. Ain Pamero membuka kegiatan Apel Besar Hari Pramuka ke-58 Kwartir Cabang Kapuas Hulu, di Bumi Perkemahan, Jalan Piere Tandean Putussibau, Rabu (14/8).

Dalam kesempatan tersebut, Anton menyampaikan beberapa hal yang menjadi perhatian serius saat ini karena berpotensi dapat memecah belah keutuhan dan kelangsungan bangsa Indonesia.

"Di antaranya korupsi, kolusi, nepotisme, radikalisme, terorisme, dan narkoba," katanya saat membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso.

Untuk itu, kata Anton, dirinya mengajak anggota pramuka agar selalu menjadi pionir dalam menanamkan nilai-nilai antikejahatan luar biasa.

"Salah satu alasan diadakannya kerja sama antara kwartir nasional dengan Komisi Pemberantasan Korupsi, yakni untuk merumuskan syarat-syarat kecakapan khusus bagi anggota pramuka siaga," tuturnya.

Kemudian untuk memerangi terorisme dan radikalisme, kwartir nasional juga menjalin komunikasi dan menjajaki kerja sama dengan terkait.

"Kwartir nasional juga menyambut baik inisiasi beberapa kwartir daerah membentuk Satuan Karya Pramuka (Saka) antinarkoba," ucapnya.

Anggota pramuka merupakan pribadi yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya, sehingga siap sedia membangun keutuhan NKRI adalah tekad dan itikad Gerakan Pramuka untuk menjadi bagian terdepan menanamkan nilai-nilai luhur.

"Sehingga dapat membentengi generasi muda khususnya dari kecenderungan melakukan atau turut terlibat dalam kejahatan-kejahatan tersebut," katanya.

Ia melanjutkan, globalisasi selain mempunyai aspek positif, tetapi tidak sedikit menimbulkan dampak negatif. Dengan globalisasi dunia seakan tanpa batas 

(borderless), begitu pula lalu lintas orang dan barang dapat berpindah dengan mudah.
"Sepintas lalu, dengan globalisasi memudahkan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar manusia, termasuk kebutuhan pangan," tuturnya. 

Namun di sisi lain juga, dapat mengancam keberlangsungan nasib petani karena murah dan mudahnya bahan pangan dari negara lain masuk ke pasar Indonesia.

"Meskipun demikian, dalam jangka panjang ketahanan pangan kita akan semakin rentan dan ketergantungan pada impor, menyebabkan ketahanan nasional bangsa Indonesia sangat tergantung dari negara lain," paparnya. 

Kwartir nasional memandang perlu mencanangkan suatu gerakan perlindungan bagi petani, dengan lebih banyak mengonsumsi produk pertanian lokal.

"Saya meminta setiap anggota Pramuka bertekad untuk sejauh mungkin tidak mengkonsumsi produk pertanian dan pangan impor, dan beralih kepada produk lokal dalam setiap kegiatan Pramuka dan keseharian," pintanya.

Ke depan, pihaknya berharap tidak ada lagi konsumsi oleh anggota Pramuka produk makanan dari gandum atau bahan lain yang masih terus diimpor.

"Jadikan gerakan ini sebagai wujud kecintaan segenap anggota Pramuka kepada NKRI dan para petaninya. Niscaya keutuhan negara ini akan terus terjadi, ketika kecintaan kita pada bahan pangan lokal terus menguat," ungkapnya.

Ia pun menilai, kerusakan dan pencemaran lingkungan merupakan kelalaian warga negara, tanpa memikirkan pentingnya warisan yang akan diberikan kepada generasi penerus pada masa mendatang.

"Mencintai alam merupakan wujud dari rasa kasih sayang setiap anggota Pramuka bagi diri sendiri dan bag generasi penerusnya," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kapuas Hulu, Agus Mulyana mengatakan,  melalui Pramuka diyakini dapat membentengi generasi muda dari pengaruh negatif.

Untuk itu, Agus meminta kepada generasi muda untuk bergabung memjadi anggota Pramuka. Sebab menurutnya, di tangan generasi muda saat ini, masa depan bangsa dipertaruhkan.

"Mereka yang nantinya akan menjaga dan mempertahankan NKRI. Untuk itu, mereka harus dibentengi dari kenakalan remaja, narkotika, dan paham-paham radikal," katanya.

Kegiatan Pramuka dijadikan sebagai upaya untuk menyelamatkan anak bangsa dari pengaruh kelompok yang menggangu kedaulatan NKRI. Kegiatan pramuka juga sudah terstruktur diatur dalam undang-undang.

"Melalui kegiatan pramuka ini, sebagai wadah menyatukan generasi muda sekaligus untuk meningkatkan wawasan kebangsaan demi kepentingan menjaga keutuhan NKRI," tuturnya. (syapari/shella)