Sabtu, 19 Oktober 2019


Warga Minta Pelayanan bagi Pengguna BPJS Ditingkatkan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 196
Warga Minta Pelayanan bagi Pengguna BPJS Ditingkatkan

Ilustrasi Pengguna BPJS

PUTUSSIBAU, SP - Wacana Pemerintah menaikkan iuran BPJS ditanggapi sejumlah masyarakat di Bumi Uncak Kapuas. Mereka meminta pembenahan pelayanan harus lebih ditingkatkan sebelum menaikkan iuran.

Warga Putussibau,  Hendro mengatakan, keberadaan BPJS dirasakan sangat membantu masyarakat bawah, di mana bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan biaya yang murah.

"Di beberapa tempat memang sudah bagus pelayanan kesehatannya, namun di sebagian tempat yang lain masih ada yang kurang optimal," katanya, belum lama ini.

Untuk itu, menurutnya tidak masalah jika pemerintah hendak menaikkan iuran BPJS,  namun peningkatan pelayanan juga harus diperhatikan secara serius.

"Permasalahan yang terjadi selama ini, tidak semua pengobatan dan biaya ditanggung BPJS seperti obat-obat tertentu dan korban laka lantas," ujarnya.

Pada akhirnya, masyarakat juga harus kembali menggunakan biaya pribadi untuk berobat, sementara setiap bulan juga rutin membayar iuran BPJS.

"Aturan tentang pelayanan pengobatan BPJS harus direvisi. Kami minta semua pengobatan harus ditanggung BPJS tanpa pengecualian," ucapnya.

Selama ini, masyarakat bingung menggunakan BPJS, sebab selalu ada obat yang ditanggung dan tidak ditanggung. Bahkan tidak jarang, apotek yang bekerja sama dengan BPJS, obatnya kosong, sehingga pasien harus membeli dengan uang pribadi ke apotek luar.

Warga lainnya, Yadi menyampaikan bahwa selama ini BPJS hanya digunakan saat pasien hendak operasi. Sementara setelah selesai berobat, mereka tidak lagi membayar iuran BPJS. Hal ini menjadi dilema tersendiri, sehingga diperlukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya BPJS dalam membantu kesehatan sesama.

"Pelayanan BPJS di tingkat Puskesmas perlu diinvestigasi. Jangan sampai masyarakat kita bayar double," katanya.

Ada juga kasus masyarakat yang malas untuk bayar BPJS, karena mereka tidak mendapatkan pelayanan yang optimal dan disuruh untuk menggunakan pelayanan umum, karena pengobatan tidak ditanggung sepenuhnya.

"Sebagai orang awam, kita bingung juga jika petugas kesehatan menjelaskan masalah ditanggung dan tidaknya pengobatan oleh BPJS. Pada intinya, masyarakat itu mau kejelasan," ungkapnya. (sap/lha)