Sabtu, 21 September 2019


Sis Kembali Bertarung di Pilkada Kapuas Hulu

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 1097
Sis Kembali Bertarung di Pilkada Kapuas Hulu

Grafis Koko

PUTUSSIBAU, SP – Nama Fransiskus Diaan atau yang akrab disapa Sis, kembali muncul dalam bursa bakal calon Bupati Kapuas Hulu 2020-2025. Pelaksaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak itu memang baru akan berlangsung September tahun depan. Namun, pesaing yang dikalahkan Abang Muhammad Nasir—bupati terpilih pada Pilkada 2015 dengan selisih 1.945 suara itu, digadang akan bertarung lagi.

Dalam Pilkada Kapuas Hulu 2015, Sis yang merupakan mantu dari Cornelis-Gubernur Kalbar saat itu, berpasangan dengan Andi Aswad. Pasangan ini  disokong PDI Perjuangan, dan diklaim pasangan yang bakal mampu mengalahkan AM Nasir-Anton L. Ain Pamero. 

AM Nasir merupakan calon petahana, ia juga merupakan adik dari mantan Bupati Kapuas Hulu dua periode, Abang Tambul Husin.

Fransiskus Diaan dikenal sebagai pengusaha. Sosoknya makin dikenal ketika mengikuti Pilkada 2015, bersaing dengan AM Nasir. Saat itu, hanya ada dua pasang calon yang maju.

Yang menarik dari Pilkada Kapuas Hulu 2020 nanti, di akar rumput sudah terbentuk isu hanya ada dua pasang calon bupati dan wakil bupati yang akan bersaing. Seperti Pilkada 2015.

Mereka adalah Fransiskus Diaan-Zainuddin dan Baiduri-Agus Mulyana. Selain kedua pasangan itu, dukungan terhadap Wakil Bupati Anton L Ain Pamero dan tokoh lain macam Fabianus Kasim juga bermunculan.

Sementara Zainuddin merupakan Ketua DPC PKB Kapuas Hulu. Mantan anggota DPRD Kapuas Hulu ini sempat jadi caleg DPR-RI Dapil Kalbar 2 dalam Pileg lalu, namun gagal.

Baiduri adalah mantan anggota DPRD Kalbar. Ia juga dikenal sebagai pengusaha. Sedang Agus Mulyana kini menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kapuas Hulu. Walau gagal dalam Pileg 2019 lalu, Agus dinilai punya cukup bekal lantaran pernah jadi Wakil Bupati AM Nasir di periode pertama, 2010-2015.

Kepada Suara Pemred, Fransiskus Diaan atau akrab disapa Sis, menyatakan siap maju di Pilkada Kapuas Hulu 2020 jika mendapat rekomendasi dan tugas dari partai.

"Sejauh ini saya masih dalam tahap penjajakan dengan partai-partai lain," katanya, kemarin.

Hanya saja, Sis belum mau berkomentar lebih banyak seperti visi dan misi yang akan ia usung. Sis menegakan, saat ini dirinya masih fokus menjalin komunikasi dengan partai lain. 

“Jika sudah positif maju, nanti saya akan komentar lebih banyak lagi," katanya. 

Mengenai sosok Zainuddin yang disebut akan mendampinginya di Pilkada 2020, Sis tidak memberikan jawaban pasti. Ia menyerahkan hal itu kepada partai pengusung.

“Masing-masing partai pasti akan mengajukan calon. Untuk menentukan itu semua, kita tentunya akan melakukan survei terlebih dahulu," katanya.

Sis menjelaskan semua kandidat yang maju di Pilkada 2020 sama-sama memiliki peluang untuk menang.
“Intinya, kalau maju kita akan berusaha meyakinkan masyarakat untuk memilih kita," tegasnya.

Ketua DPC PKB Kapuas Hulu, Zainuddin mengklaim sudah banyak dukungan dari masyarakat dan tim relawan di lapangan yang menginginkan dirinya maju pada Pilkada 2020 mendatang.

"Dukungan itu murni mengalir dari hati nurani rakyat dan para pendukung," ujarnya.

Zainuddin mengaku belum bergerak menyosialisasikan diri, untuk maju di Pilkada Kapuas Hulu. Dia baru saja pulang dari Arab Saudi. Dalam dua bulan terakhir, tokoh agama ini membimbing dan mendampingi para jamaah haji melaksanakan ibadah di Tanah Suci.

“Dari partai juga alhamdulillah, khususnya keluarga besar PKB Kapuas Hulu sepakat mendukung saya maju di Pilkada 2020 mendatang,” ungkapnya.

Menurutnya, demi kepentingan rakyat dan Kapuas Hulu, dirinya setuju jika dicalonkan. Baik sebagai calon bupati atau calon wakil bupati.

“Saya tetap menghormati dan menjaga amanah partai pengusung, serta amanah tim sukses yang membantu perjuangan bersama untuk kebutuhan Kapuas Hulu yang bermartabat, harmonis dalam etnis, dan majunya SDM dan SDA yang terorganisir, sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," paparnya.

Soal siapa pasangannya nanti, dia mempercayakan sepenuhnya pada mekanisme dan kerja tim sampai tingkat pusat. Hingga saat ini, Zainuddin menegaskan belum menjalin komunikasi resmi dengan partai lain. Namun untuk pesan tersirat telah dalam proses.

Mengenai ia dipasangkan dengan Sis, Zainuddin mengaku bersyukur jika bisa berjuang bersama. Menurutnya, Sis adalah anak muda sukses yang memiliki jaringan bagus dari daerah sampai pusat.

"Sis juga sukses dalam usaha, dan Sis itu dibutuhkan masyarakat karena dia berjiwa nasionalis,  berwawasan luas," tutur Zainuddin.

Sosok lain yang masuk bursa bakal calon di Pilkada Kapuas Hulu 2020, adalah Baiduri. Ketika dikonfimasi, Baiduri menyatakan siap jika mendapatkan mandat rakyat. Kelak, bila ia terpilih, Baidur akan mengakomodir dan melibatkan peran serta seluruh masyarakat dalam membangun kabupaten berjuluk Bumi Uncak Kapuas.

“Saya sadari, kemampuan saya terbatas. Untuk itu saya butuh mereka yang mampu untuk bersama-sama membangun Bumi Uncak Kapuas," katanya.

Untuk sosialisasi, dia akan memperbanyak dialog dan diskusi dalam upaya menyerap informasi dan aspirasi masyarakat. Dari cara ini, Baiduri yakin dapat menentukan langkah kebijakan apa yang akan diambil ke depannya bila terpilih.

"Kapuas Hulu saat ini maju, namun apabila dibandingkan dengan kabupaten lain, mereka lebih maju lagi dari kita," tuturnya.

Baiduri meminta seluruh lapisan masyarakat mampu berkontribusi dan berperan aktif dalam membangun Kapuas Hulu. Misalnya, dengan selalu menghadirkan solusi yang bisa disampaikan kepada kepala daerah. Usulan itu lantas akan ditindaklanjuti dinas terkait.

"Konsep-konsep pembangunan yang mereka tawarkan, jika setelah dikaji ternyata baik, maka akan kita fasilitasi dengan pembiayaannya jika hal itu diperlukan," ungkap Baiduri memberi contoh kebijakan yang akan ia terapkan nantinya.

Tokoh masyarakat ini menambahkan, secara geografis Kapuas Hulu sangat luas. Tata ruangnya juga sudah diketahui masyarakat. Untuk itu, hal terpenting yang harus dilakukan adalah menggali potensi sebagai produk unggulan, yang kemudian mampu menyejahterakan.

"Ke depan produk unggulan yang kita gali pada sektor pertanian. Sebelum penggalian dilakukan harus dilakukan pengkajian dan survei agar tepat sasaran," jelasnya.

Dalam perencanaan, pengelolaan, dan pemasaran produk tersebut, dia akan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini. Semua agar hasil yang didapat maksimal.

"Tentunya secara teknis tidak semua saya jabarkan di sini, karena nantinya bisa bocor visi misi saya," kata dia. 

Sementara Ketua DPD Partai Golkar Kapuas Hulu, Agus Mulyana menegaskan bahwa partainya berdasarkan hasil Pileg 2019, dapat calon pasangan tanpa koalisi. Partai berlambang beringin ini pun mengusung kader sendiri di Pilkada 2020.

"Secara undang-undang kita berhak mencalonkan pemimpin pada Pilkada Kapuas Hulu 2020 mendatang," katanya.

Namun sesuai arahan Ketua DPP Golkar dan DPD Partai Golkar Kalbar, kader yang akan diusung harus berdasarkan hasil survei, bukan asal-asalan.

"Kami membuka peluang seluas-luasnya kepada seluruh kader," katanya.

Agus menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum melakukan komunikasi politik dengan partai lain terkait Pilkada 2020 mendatang. Mereka masih fokus menyelesaikan proses unsur pimpinan di DPRD Kapuas Hulu.

Mengenai isu santer bahwa dirinya akan berpasangan  dengan Baiduri di Pilkada 2020, Agus menanggapi hal itu biasa saja. Agus mengaku menjalin komunikasi dengan Baiduri ihwal Pilkada 2020, namun tidak pembicaraan teknis.

“Baiduri baik-baik saja orangnya. Kalau untuk pemilihan nantinya biarkan masyarakat yang menilai masing-masing calon yang berkompetisi," katanya.

Menurut dia, di partai Golkar siapa pun dipersilakan mempersiapkan diri untuk mencalonkan diri pada Pilbub Kapuas Hulu mendatang. Selain itu kader, Golkar juga membuka diri untuk tokoh yang berpotensi.

"Tentunya, dia juga harus ada komitmen dalam memajukan partai Golkar," tegas Agus.

Wabup Tunggu

Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero belum memastikan apakah dirinya akan maju pada Pilkada 2020 mendatang. Menurutnya, semua punya kesempatan sama untuk jadi pemimpin di Bumi Uncak Kapuas. Termasuk nama-nama lain yang kini santer di masyarakat.

"Kita lihat nanti saja. Untuk sementara saya belum berkomentar terlalu banyak," katanya.

Kader PKPI Kapuas Hulu ini mengatakan sudah banyak masyarakat yang datang padanya untuk menanyakan pencalonan bupati. Jawaban sama dia berikan, “Saya belum memberikan jawaban.” 

Salah satu pertimbangannya, adalah usia. Antonius kini menapaki usia 62 tahun.

"Untuk menjadi pemimpin dibutuhkan kondisi yang prima, sehingga mampu melayani masyarakat Bumi Uncak Kapuas," tuturnya.

Sama hal seperti Antonius, partai-partai politik di Kapuas Hulu pun masih menunggu siapa yang akan diusung. Tapi, sebagian besar, mereka tengah menjaring para calon bersumber dari masukan dan saran masyarakat. 

“Kita masih melihat figur mana yang diinginkan oleh masyarakat untuk menjadi pemimpin mereka di masa mendatang," kata Ketua DPC PAN Kabupaten Kapuas Hulu, Hairuddin.

Hairuddin enggan menyebut nama figur yang masuk radar. Semua akan dipublikasi jika tahapan Pilkada 2020 tiba. Namun dipastikan, partainya sudah menimbang-nimbang dan siap menghadapi pemilihan. Baik sebagai pengusung maupun pendukung.

PAN Kapuas Hulu sangat terbuka untuk semua pihak yang bisa bersama-sama, dan mau bergabung dalam menentukan dan memilih pemimpin Kapuas Hulu mendatang.

"Sejauh ini sudah ada figur calon juga yang menyatakan kesiapannya untuk maju, baik itu kader ataupun simpatisan PAN," ucapnya. 

Ketua DPC Hanura Kapuas Hulu, Fabianus Kasim mengatakan masih meneropong figur mana yang nantinya akan diusung dalam Pilkada 2020 mendatang. Yang pasti, sosok itu harus dianggap mampu menyelesaikan permasalahan di kabupaten tersebut.

"Kita saat ini masih melihat-lihat siapa figur yang diinginkan masyarakat dan dianggap mampu membangun Kapuas Hulu ke depan," terangnya.

Jaga Etika

Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir meminta para kontestan tetap menjaga etika dalam berpolitik. Pemilihan kepala daerah tidak boleh melahirkan masalah di masyarakat. Semua harus bersaing sesuai aturan agar tidak terjadi gesekan.

"Saya lihat pengalaman yang sudah-sudah, hal-hal yang tidak diinginkan ini tidak terjadi, dan semua berjalan sesuai dengan yang diharapkan," katanya.

Menurut Nasir, sejauh ini toleransi di Bumi Uncak Kapuas sangat kuat. Bila dilihat, penduduk Kapuas Hulu merupakan keluarga besar.

"Jadi mereka sudah berbaur satu sama lain, sehingga kalaupun ada upaya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan hal itu tidak akan mudah," tuturnya.

Namun demikian, Nasir minta semua pihak tetap waspada. Sebab segala kemungkinan bisa terjadi.

"Kebudayaan dan semangat kebersamaan ini harus terus dilestarikan di tengah kemajuan zaman saat ini," jelasnya.

Pesan lain disampaikan beberapa warga Kapuas Hulu. Sebagian besar menyebut tugas berat untuk membuat Kapuas Hulu tak kalah dari kabupaten lain di Kalbar.

Warga Putussibau, Atep misalnya, mengatakan permasalahan di Kapuas Hulu sangat komplek. Apalagi dengan pemindahan ibu kota negara ke Kaltim yang sangat dekat dengan kabupaten tersebut.

"Kita harus mampu bersaing dalam bidang ekonomi dan SDM,  jika tidak kita hanya akan menjadi penonton saja," katanya.

Dia meminta ke depan, fokus pembangunan harus jelas terencana, terukur dan terealisasi sesuai harapan. Kebijakan harus diarahkan kepada kebutuhan masyarakat, khususnya yang menunjang pekerjaan masyarakat utama seperti sektor pertanian dan perkebunan.

"Gunakan dana dengan efisien dan efektif serta objektif, pemerataan pembangunan harus dilakukan, peningkatan SDM juga diperhatikan," katanya.

Warga lain, Suadi berharap lapangan pekerjaan dibuka seluas-luasnya dengan memanfaatkan potensi alam. Para pejabat mesti sesuai dengan tugas dan fungsinya, agar bekerja secara profesional.

"Keadilan harus dirasakan, undang para investor datang agar mereka bisa membantu membuka lapangan usaha masyarakat," harapnya. (sap/bls/has)