Sabtu, 19 Oktober 2019


Nasir Buka Lomba Masak Tradisional

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 96
Nasir Buka Lomba Masak Tradisional

MENINJAU - Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir, membuka kegiatan lomba masak tradisional dengan menggunakan bahan baku dari hutan, di Lanjak Kecamatan Batang Lupar, kemarin. Ist

Bupati Kapuas Hulu,  Abang Muhammad Nasir, membuka kegiatan lomba masak tradisional dengan menggunakan bahan baku dari hutan, di Lanjak Kecamatan Batang Lupar, kemarin.

Nasir menyampaikan, makanan dari hutan memiliki kandungan gizi yang tinggi, apalagi jika bisa memadupadankan makanan ini.

"Oleh karena itu, dalam acara lomba masak nanti, selain makanan yang diambil dari bahan hutan, harus dinilai kandungan gizinya juga," katanya.

Sedapat mungkin, kata dia, komposisi makanan memenuhi kandungan gizi yang seimbang bagi tubuh. Agar kita dapat mewujudkan manusia Indonesia yang lebih cerdas dan unggul.

"Selain dalam penilaian, tentu saja diperhatikan soal tampilan atau artistik dalam penyajian, proses memasak, variasi makanan, originalitas dan juga soal kebersihan atau higienis," terangnya.

Nasir juga menyampaikan, pihaknya juga berupaya sedapat mungkin mengurangi penggunaan bahan-bahan yang kurang baik untuk kesehatan, misalnya penggunaan micin dan penyedap rasa buatan yang berlebihan.

"Kita harus memanfaatkan bahan-bahan alam, sebab alam sudah menyediakannya sebagai contoh untuk penyedap rasa," tuturnya.

Bupati dua periode ini kembali mengingatkan bahwa mengonsumsi makanan kemasan cepat saji atau makanan instan, perlu dipertimbangkan. Pasalnya, berpotensi mengganggu kesehatan tubuh,  selain itu harganya juga terbilang mahal.

"Saat ini, makanan instan telah tersebar sampai ke pelosok tanah air yang datang dari luar kota atau bahkan luar negara," ungkapnya.

Makanan instan tersebut, kata dia, lebih banyak memggunakan bahan pengawet makanan seperti dalam kemasan kaleng.
"Makanan dari hutan jauh lebih sehat dan terlebih tidak harus dibeli, sebab tersedia secara gratis di alam. Bahkan bahan-bahan makanan dari hutan tersebut bisa mendatangkan uang jika dijual di pasar," paparnya.

Festival makanan tradisional ini juga menjadi ajang bagi masyarakat untuk berkreasi dan berkompetisi secara sehat untuk menampilkan makanan lokal terbaik. (sap/lha)