Sabtu, 19 Oktober 2019


Siswa dan Wali Murid Minta Libur Sekolah

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 112
Siswa dan Wali Murid Minta Libur Sekolah

JALAN BERKABUT - Potret kabut asap yang melanda Kota Pontianak. Kondisi serupa terjadi hampir di seluruh wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kapuas Hulu.

PUTUSSIBAU, SP - Terkait kabut asap yang melanda Bumi Uncak Kapuas,  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi menyampaikan, kondisi saat ini belum memungkinkan untuk mengambil opsi meliburkan siswa.

Dijelaskannya,  meski demikian, dirinya menghimbau kepada para kepala sekolah agar bisa mengambil kebijakan, bilamana kondisi kabut asap di wilayahnya sudah sangat mengkhawatirkan.

"Saya selalu memantau perkembangan kabut asap yang terjadi di setiap sekolah melalui informasi grup WA kepala sekolah se-Kapuas Hulu," katanya, Selasa (17/9).

Saat ini, kondisi kabut asap di Kapuas Hulu masih belum terlalu parah, masih bisa ditembus oleh sinar matahari. Oleh sebab itu, diminta kepada seluruh sekolah agar dapat meminimalisasi kegiatan di luar ruang.

"Kita juga mengimbau kepada orang tua agar membekali anak-anaknya dengan masker," ujarnya.

Menurut Petrus, sebenarnya dirinya sangat mengkhawatirkan kondisi asap ini. Sebab, bila dilihat dari perspektif medis, kabut asap ini sangat berpengaruh bagi kesehatan.

"Kondisi kabut asap kita berbeda dengan kabupaten lain, seperti Mempawah dan Pontianak," tuturnya
Warga Putussibau,  Awang Ramlan mengatakan, melihat kondisi kabut asap saat ini, sudah seharusnya Pemda Kapuas Hulu mengambil rencana meliburkan siswanya,  mengingat bisa berdampak terhadap kesehatan anak.

"Mesti cepat sebenarnya Dinas Pendidikan dan Bupati mengambil kebijakan meliburkan siswa. Kasihan anak-anak sekolah menghirup asap," ucapnya.

Mantan wartawan ini menerangkan,  jangan sampai setelah menimbulkan korban Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), baru opsi libur sekolah diambil.

"Mendesak Bupati atau Diknas meliburkan anak TK, SD, dan SMP karena kabut asap makin tebal. Dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti ISPA," pintanya.

Sementara itu, siswa SMKN 1 Putussibau,  Stefanus L menyampaikan, jika kondisi seperti terus-menerus seperti ini, sebaiknya siswa diliburkan sebab berpotensi menimbulkan batuk dan sesak napas.

"Kegiatan belajar dan mengajar menjadi tidak focus karena kadar oksigen lebih sedikit dari asap," katanya.

Untuk itu, langkah yang sebaiknya diambil, yakni dengan meliburkan siswa, demi kebaikan bersama. (syapari/shella)